Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Oktober 2025, 02.36 WIB

Indonesia Disebut Tertarik Datangkan Helikopter Legendaris Black Hawk, Menhan Sjafrie Tunggu Hasil Evaluasi

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa jurnalis boleh berobat di RSPPN Panglima Besar Soedirman secara gratis meski tanpa BPJS. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan bahwa jurnalis boleh berobat di RSPPN Panglima Besar Soedirman secara gratis meski tanpa BPJS. (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Berbagai isu berkembangan terkait dengan keinginan Pemerintah Indonesia untuk terus memperkuat TNI dengan alat utama sistem persenjataan (alutsista) canggih dan modern. Salah satunya helikopter legendaris buatan Amerika Serikat, Black Hawk. 

Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin pun buka suara terkait dengan alutsista tersebut. Dia tidak membenarkan atau membantah. Sjafrie hanya menyampaikan bahwa pihaknya masih harus berkoordinasi terlebih dahulu dengan TNI sebagai pengguna alutsista. 

”Saya belum tahu informasinya, nanti saya tanya sama panglima (TNI) dulu bagaimana evaluasinya,” ucap dia pada Rabu (22/10).

Pengadaan Helikopter Black Hawk untuk memperkuat Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Puspenerbad) sempat disampaikan secara terbuka ketika Jenderal TNI (Purn) Andika Perkasa masih bertugas sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) pada 2021 lalu. 

Namun demikian, sampai saat ini belum ada kejelasan mengenai pengadaan alutsista tersebut. Selain Menhan Sjafrie yang belum menegaskan ihwal informasi tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto juga belum banyak komentar berkaitan dengan hal itu. 

”Kita kan pengguna, yang penting kita menerima,” kata Jenderal Agus saat dikonfirmasi oleh awak media.

Sebelumnya, Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemhan Brigjen TNI Frega Wenas menyampaikan bahwa pengkajian internal masih berlangsung. Niatnya hanya satu, yakni memastikan Kemhan memberikan alutsista terbaik.

”Untuk alutsista dalam konteks modernisasi masih dilakukan pengkajian internal, sehingga nantinya adalah alutsista yang terbaik yang bisa diberdayakan menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa,” ungkap dia saat dikonfirmasi pada Selasa (21/10). 

Menurut Frega, Kementerian Pertahanan (Kemhan) bersama tiga matra TNI melakukan kajian terhadap berbagai platform TNI. Khususnya alutsista yang berpotensi bisa digunakan oleh institusi militer Indonesia untuk melaksanakan tugas menjaga kedaulatan negara.

”Kami mengkaji semua kemungkinan alutsista yang terbaik beserta aspek operasional hingga logistiknya. Bila nanti sudah ada info yang bisa disampaikan pasti akan diinfokan,” kata dia. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore