Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 02.24 WIB

Aksi Simpatisan KKB di Yahukimo Sasar Warga Sipil, Korban Luka Berat Akibat Serangan Benda Tajam

Satgas Operasi Damai Cartenz mengevakuasi 2 jenazah korban KKB di Yahukimo pada Jumat (26/9). (Polri) - Image

Satgas Operasi Damai Cartenz mengevakuasi 2 jenazah korban KKB di Yahukimo pada Jumat (26/9). (Polri)

JawaPos.com - Seorang warga sipil menjadi korban penyerangan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Yahukimo pada Rabu malam (22/10). Akibat serangan benda tajam, korban bernama Ambotang tersebut mengalami luka berat. Satuan Tugas (Satgas) Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo memastikan telah mengambil langkah tegas untuk menangani kasus tersebut. 

Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Ramadhani menyampaikan bahwa penyerangan oleh KKB kepada korban dilakukan di Jalan Sosial, Distrik Dekai sekitar pukul 18.45 WIT. Korban mengalami luka robek pada leher kiri, siku kiri, dan rusuk kiri. Luka berat tersebut disebabkan serangan menggunakan senjata tajam jenis kapak. 

Setelah menerima laporan dari jajaran Polres Yahukimo melalui radio, tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Yahukimo segera menuju lokasi kejadian dan mengevakuasi korban ke UGD RSUD Dekai. Brigjen Faizal memastikan korban sudah mendapatkan perawatan medis. Berdasar informasi terbaru, korban dalam keadaan sadar namun masih mengalami syok berat. 

”Sehingga belum bisa dimintai keterangan (oleh polisi),” ungkap dia dalam keterangan resmi pada Kamis malam (23/10).

Berdasar hasil penyelidikan awal dan keterangan saksi di lokasi kejadian, korban diserang secara tiba-tiba saat duduk di depan kios miliknya. Dua orang pelaku langsung melarikan diri ke arah Jalan Sosial Kaliboto setelah menyerang korban. Dari lokasi kejadian, aparat berhasil mengamankan barang bukti berupa satu kapak yang digunakan pelaku serta sepasang sandal berwarna putih dan biru.

Analisa awal Satgas Operasi Damai Cartenz, pelaku diduga merupakan simpatisan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo. Tindakan tersebut diperkirakan dilakukan untuk meningkatkan eksistensi kelompok tersebut dan memicu situasi keamanan dan ketertiban di Yahukimo tidak kondusif. Karena itu, Faizal dan jajarannya mengutuk keras aksi tersebut.

”Kami mengecam keras aksi penyerangan terhadap warga sipil. Dari hasil penyelidikan sementara, kuat dugaan pelaku memiliki keterkaitan dengan simpatisan KKB Kodap XVI Yahukimo yang berupaya menebar ketakutan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Jenderal bintang satu Polri itu menambahkan bahwa aparat keamanan gabungan dari TNI-Polri akan terus meningkatkan langkah-langkah penegakan hukum dan patroli pengamanan di wilayah rawan. Tujuannya untuk memastikan kondisi tetap aman dan terkendali. Hal serupa disampaikan oleh Wakil Kepala Satgas Operasi Damai Cartenz Kombes Adarma Sinaga.

”Kami akan memperkuat patroli dan pengawasan di sejumlah titik strategis. Negara tidak boleh kalah oleh teror dan kekerasan. Kami pastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi,” tegas Kombes Adarma.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore