Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 23.29 WIB

Terus Tambah Kapal Perang, KSAL Laksamana Muhammad Ali Sebut Butuh 300 Unit Lebih untuk Capai Angka Ideal

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan jajaran saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (24/10). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com) - Image

KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan jajaran saat menyampaikan keterangan kepada awak media di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Jumat (24/10). (Syahrul Yunizar/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebagai negara maritim yang memiliki wilayah perairan sangat luas, TNI AL butuh banyak kapal untuk mencapai angka ideal. Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyampaikan bahwa jika merujuk angka ideal, setidaknya harus ada 300 lebih kapal TNI AL. 

”Kalau untuk menjaga, untuk mencegah penyelundupan saja, untuk kegiatan keamanan laut itu belum cukup,” ucap Ali saat diwawancarai oleh awak media pada Jumat (24/10).

Namun demikian, Angkatan Laut Indonesia tetap berusaha maksimal dengan kapal dan alat utama sistem persenjataan yang dimiliki saat ini. Patroli tetap dilakukan di seluruh wilayah Indonesia. Bersamaan dengan itu, penguatan dan penambahan alutsista juga dilaksanakan. 

”Betul, jadi ini memang pertambahan dan modernisasi kekuatan. Laut kita kan luas. Karena kita ini panjang pantainya kedua terbesar di dunia,” kata Ali. 

Untuk itu, dibutuhkan penambahan dan penguatan armada kapal perang TNI AL. Salah satunya dilakukan melalui pengadaan Kapal Cepat Rudal (KCR) 60 meter oleh Kementerian Pertahanan (Kemhan). Terbaru, KRI Belati-622 yang masuk ke jajaran kapal perang Angkatan Laut Indonesia

Menurut Ali, penambahan kapal dibutuhkan oleh TNI AL karena Indonesia berada di negara tropis. Berbeda dengan Kanada dari sisi letak geografis yang lebih dekat ke kutub. Sementara Indonesia, berada di jalur pelayaran. Setiap hari ada banyak kapal asing melintas dan keluar masuk.

”Jadi tantangannya sangat berbeda. Kita kegiatan penyelundupannya bisa masuk dari mana-mana, dari pantai mana pun. Makanya kami butuh kapal banyak dan kami butuh integrasi dengan kolaborasi serta sinergi seluruh unsur maritim lainnya. Kami tetap butuh kapal banyak, terutama kapal patroli. Banyak, (idealnya) lebih dari 300,” ujarnya. 

Apalagi bila melihat visi TNI AL untuk menjadi green water navy dan menuju blue water navy. Dengan tujuan pembangunan Angkatan Laut ke arah tersebut, TNI AL butuh banyak kapal. Termasuk kapal perang besar dengan berbagai jenis. Salah satunya kapal induk yang belakangan ramai dibicarakan lantaran sudah ada keinginan akuisisi kapal induk dari Italia. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore