JawaPos.com - Menjelang azan Maghrib berkumandang di bulan Ramadhan, ada satu momen istimewa yang sering kali dinanti dengan penuh harap oleh umat Islam.
Waktu jelang buka puasa di bulan suci Ramadhan ini, dikenal sebagai momen paling mustajab untuk melangitkan doa-doa.
Ya, bukan hanya karena rasa lapar dan dahaga akan segera terbayar, tetapi karena waktu berbuka termasuk detik-detik paling mustajab untuk memanjatkan doa.
Dalam berbagai riwayat hadis, disebutkan bahwa doa orang yang berpuasa tidak akan tertolak, terutama ketika ia berbuka puasa.
Oleh karena itu, inilah kesempatan emas yang seharusnya tidak dilewatkan begitu saja.
Doa buka puasa bukan sekadar tradisi turun-temurun, melainkan amalan sunnah yang memiliki dasar kuat dalam syariat Islam.
Beberapa lafaz doa diriwayatkan dalam hadis shahih, menyebutkan bahwa ungkapan syukur atas nikmat Allah SWT serta pengakuan atas ketergantungan hamba kepada-Nya.
Sayangnya, masih banyak umat Muslim yang belum memahami variasi doa berbuka puasa beserta waktu paling utama untuk membacanya.
Sebagaimana informasi yang dirangkum Jawa Pos dari Nu Online, inilah doa buka puasa lengkap dengan teks arab, latin, arti dalam bahasa Indonesia, serta penjelasan mengenai waktu paling mustajab untuk mengamalkannya.
Disusun dengan rujukan yang jelas dan bahasa yang mudah dipahami, pembahasan ini diharapkan dapat membantu Anda memaksimalkan pahala Ramadhan.
Jadi, jangan sampai momen penuh keberkahan saat berbuka hanya berlalu sebagai rutinitas biasa, tanpa doa terbaik yang Anda panjatkan kepada Allah SWT.
Yuk simak selengkapnya, beberapa pilihan lafal doa berbuka puasa, yang tercantum dalam beberapa hadits.
Pertama, dari hadits riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah
كَانَ إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Artinya: Rasulullah ketika berbuka, beliau berdoa, ”Ya Allah hanya untuk-Mu kami berpuasa dan atas rezeki yang Engkau berikan kami berbuka” (HR Abu Daud).
Kedua, dari hadits yang diriwayatkan oleh Sahabat Abdullah bin ‘Umar:
كَانَ رَسُولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم، إِذَا أَفْطَرَ قَالَ : ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Artinya: Rasulullah ketika berbuka, beliau berdoa, ”Telah hilang rasa haus dan urat-urat telah basah serta pahala tetap, insyaallah” (HR Abu Daud).
Dua lafal doa di atas umumnya oleh umat Islam di Indonesia digabung menjadi satu dan dibaca sebelum berbuka puasa.
Masih dilansir dari NU Online, dalam kitab Fath al-Mu’in dijelaskan bahwa ketentuan doa berbuka puasa yang baik adalah membaca doa sesuai dengan lafal doa dalam hadits riwayat sahabat Mu’adz bin Zuhrah (poin pertama) di atas.
Sedangkan lafal doa dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abdullah bin Umar ditambahkan ketika seseorang berbuka dengan menggunakan air.
Berikut penjelasan mengenai hal ini:
ويسن أن يقول عقب الفطر: اللهم لك صمت، وعلى رزقك أفطرت ويزيد – من أفطر بالماء -: ذهب الظمأ، وابتلت العروق، وثبت الاجر إن شاء الله تعالى.
Artinya: Disunnahkan membaca doa setelah selesai berbuka “Allahumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu” dan bagi orang yang berbuka dengan air ditambahkan doa: “Dzahabadh dhama'u wabtalatl-‘urûqu wa tsabata-l-ajru insyâallah,” (Fath al-Mu’in, juz 2, hal. 279).
Tentunya hampir tak ada orang berbuka puasa hanya berupa makanan tanpa minuman, kecuali sangat terdesak. Sehingga, bacaan yang sering kita dapati adalah penggabungan doa dari hadits tersebut:
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلى رِزْقِكَ أفْطَرْتُ ذَهَبَ الظَّمأُ وابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأجْرُ إِنْ شاءَ اللَّهُ تَعالى Allahumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika afthartu dzahaba-dh-dhama’u wabtalatil ‘urûqu wa tsabatal ajru insyâ-allah ta‘âlâ
Artinya: Ya Allah, untuk-Mu lah aku berpuasa, atas rezekimulah aku berbuka. Telah sirna rasa dahaga, urat-urat telah basah, dan (semoga) pahala telah ditetapkan, insya Allah.
Waktu Mustajab untuk Membaca Doa Buka Puasa
Kebanyakan umat muslim, membaca doa buka puasa ini sebelum menyantap makanan atau meminum di saat masuk waktu maghrib.
Padahal, cara membaca doa yang paling benar adalah membacanya ketika setelah selesainya berbuka puasa.
Hal ini seperti yang dijelaskan dalam kitab Hasyiyah I’anah at-Thalibin, yang menyatakan bahwa doa buka puasa, dibaca “setelah selesai” berbuka.
ـ (وقوله: عقب الفطر) أي عقب ما يحصل به الفطر، لا قبله، ولا عنده
Artinya: Maksud dari (membaca doa buka puasa) “setelah berbuka” adalah selesainya berbuka puasa, bukan (dibaca) sebelumnya dan bukan saat berbuka.
Hal itu karena melihat makna yang terkandung dalam doa berbuka tersebut, khususnya pada doa berbuka yang tercantum dalam hadits riwayat Abdullah bin Umar di atas yang lebih pantas (al-munasib) diucapkan saat selesai berbuka puasa.
Meski begitu, bila kita membaca doa di atas sebelum berbuka puasa, tetap mendapatkan kesunnahan (husul ashli as-sunnah). Namun yang paling utama dan dianjurkan adalah membacanya tatkala selesai berbuka.
Dalam kitab Busyra al-Karim dijelaskan
ويسنّ أن يقول عنده أي عند إرادته والأولى بعده: اللهم لك صمت وعلى رزقك أفطرت
Artinya: Disunnahkan bagi orang ketika hendak berbuka—tapi yang lebih utama setelah berbuka—membaca doa Allahumma laka shumtu wa ‘alâ rizqika aftharthu (Syekh Said bin Muhammad Ba’ali, Busyra al-Karim, hal. 598).
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, membaca doa berbuka puasa sebaiknya dilakukan setelah selesai berbuka. Hal itu dimaksudkan agar kita memperoleh kesunnahan yang sempurna (kamal as-sunnah) dalam membaca doa.
***