
Ilustrasi sholat tarawih. (Photo by Mohammed Alim/Pexels)
JawaPos.com - Bulan Ramadhan adalah momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan selama bulan suci ini adalah shalat Tarawih.
Namun sayangnya, semangat melaksanakan shalat Tarawih biasanya sangat menggebu di awal namun secara perlahan mulai loyo pada pertengahan dan pada akhir bulan Ramadhan.
Shalat Tarawih sebaiknya kita lakukan setiap malam di bulan Ramadhan. Jika tidak sempat melaksanakannya secara berjamaah di masjid, kita bisa melakukan shalat Tarawih di rumah.
Keistimewaan shalat Tarawih hanya ada di bulan Ramadhan dan tidak ada di bulan-bulan lainnya. Jika kita merasa 20 rakaat terlalu berat, kita bisa melaksanakan shalat Tarawih 8 rakaat.
Jika 8 rakaat masih terlalu berat, tidak masalah kita melakukan shalat Tarawih dengan 6 atau 4 rakaat saja. Karena ini adalah ibadah sunnah, jumlah rakaatnya sebenarnya tidak ada patokan yang paten sebagaimana shalat wajib.
Agar konsisten melaksanakan shalat Tarawih selama satu bulan penuh, ada baiknya simak tips sukses berikut ini.
Niat yang kuat adalah fondasi utama dalam menjaga konsistensi ibadah. Ingat bahwa shalat Tarawih bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk pendekatan diri kepada Allah di bulan penuh ampunan. Dengan memahami keutamaannya, kamu akan lebih termotivasi untuk istiqamah melaksanakannya hingga akhir Ramadhan.
Kurang tidur sering menjadi alasan bolong melaksanakan shalat Tarawih. Cobalah tidur lebih awal setelah Tarawih dan bangun lebih pagi untuk sahur. Pola tidur yang teratur akan bikin badan lebih segar dan tidak gampang tumbang ketika beribadah di bulan suci.
Shalat Tarawih bisa dilakukan di masjid atau di rumah. Pilih tempat yang membuatmu lebih merasa khusyuk dan nyaman. Jika berjamaah di masjid membuatmu merasa lebih bersemangat, pertahankan kebiasaan itu. Namun jika di rumah kamu merasa lebih kondusif, tidak masalah, yang penting istiqamah melaksanakannya tiap malam.
Punya teman seperjuangan tentu akan lebih menyenangkan dan lebih membuat semangat dalam beribadah di bulan Ramadhan. Ajak keluarga, pasangan, atau sahabat untuk shalat Tarawih bareng. Selain bikin lebih semangat, kamu juga punya sistem yang saling mengingatkan ketika rasa malas itu datang.
Niat ingin maksimal dalam melaksanakan shalat Tarawih tentu saja bagus, tapi jangan sampai memforsir fisik. Kalau tubuh sudah merasa lelah, sebaiknya pilih rakaat yang sanggup kamu jalani dengan khusyuk. Konsistensi itu soal keberlanjutan, bukan soal pamer kuat.
Banyak orang kendur pada pertengahan Ramadhan karena merasa masih ada waktu. Padahal, 10 malam terakhir justru jadi momen qiyamul lail paling istimewa.
Ingat, bisa jadi Ramadhan tahun ini adalah kesempatan terakhir bagi kamu dan bisa jadi tidak akan berjumpa lagi dengan Ramadhan tahun depan. Dengan mindset ini, semangat Tarawih biasanya naik lagi.
Coba bikin target harian sederhana. Misalnya, melaksanakan shalat Tarawih setiap malam, baca Alquran minimal 1 juz per hari, sedekah kecil tapi rutin, dll. Target harian akan bikin ibadah terasa lebih terarah dan tidak random.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
