Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 16.30 WIB

Kerinduan Ramadhan di Istiqlal: Menikmati Syahdu Ibadah Rasa Makkah-Madinah di Jantung Jakarta

Umat Islam melaksanakan Shalat Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com) - Image

Umat Islam melaksanakan Shalat Tarawih pertama di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (18/2/2026). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Langkah kaki ribuan jemaah mulai memadati selasar marmer dingin Masjid Istiqlal menjelang adzan magrib berkumandang. Tidak ada keriuhan yang mengganggu, yang ada hanyalah barisan rapi jemaah yang duduk bersila, menanti momen sakral berbuka puasa di bawah naungan kubah raksasa berdiameter 45 meter tersebut.

Masjid nasional kebanggaan Indonesia ini kembali bersolek menyambut Ramadan 1447 Hijriah. Bukan sekadar tempat ibadah, Istiqlal bertransformasi menjadi oase spiritual yang menawarkan pengalaman berbuka puasa kolosal sekaligus syahdu, mirip dengan atmosfer di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.

Tradisi Berbuka Puasa Ribuan Paket

Salah satu magnet utama Istiqlal adalah tradisi pembagian takjil dan makanan berat secara cuma-cuma. Imam Besar Masjid Istiqlal sekaligus Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menjelaskan bahwa skala pembagian makanan tahun ini sangat masif untuk melayani jemaah yang datang dari berbagai penjuru.

"Di samping itu juga di sini rutin kita lakukan buka puasa. Buka puasa di Istiqlal ini kalau hari-hari weekend, misalnya Jumat, Sabtu, Minggu, antara 7.000 sampai 10.000 orang kita beri makan nasi boks. Nah kalau hari-hari biasa sekitar 4.000 sampai 5.000 orang," ujar Nasaruddin Umar.

Pemandangan unik akan terlihat sekitar pukul 16.00 WIB, di mana truk-truk pengangkut makanan mulai merapat. Petugas dengan sigap mendistribusikan kotak nasi kepada jemaah yang telah berjejer rapi. Menjelang Idulfitri, antrean bahkan meluber hingga ke area luar masjid akibat lonjakan jemaah yang ingin mengejar keberkahan sepuluh malam terakhir.

Lantunan Qari Internasional dan Khatam 30 Juz dalam Tarawih

Bagi mereka yang mencari kualitas ibadah, Istiqlal menawarkan "menu" ruhani yang premium. Setiap malam sebelum Tarawih, telinga jemaah akan dimanjakan dengan suara emas para qari internasional yang digilir hingga akhir bulan suci.

Tak hanya itu, penceramah yang dihadirkan pun merupakan tokoh-tokoh pilihan, mulai dari ulama berilmu tinggi hingga figur publik yang religius. Namun, daya tarik utamanya tetap pada konsistensi salat Tarawih yang menyelesaikan 30 juz Al-Quran selama sebulan penuh.

"Nah ini tradisi kita di Masjid Istiqlal ini Tarawihnya itu membaca 30 juz sampai akhir Ramadan," katanya. 

Namun, Nasaruddin memastikan, pembacaan ayat suci Al Quran tidak akan terlalu lama meski mengejar khatam quran. Hal ini dilakukan agar jemaah tidak berdiri lama dan tetap dapat beribadah khusyuk.

"Tetapi begini, dalam satu halaman itu dibagi tiga ya, jadi tidak terlalu lama berdiri. Kita pilih imam-imam yang pilihan, qari-qari internasional yang bisa imam di sini. Muazinnya juga itu seleksinya sangat ketat," jelasnya.

Iktikaf yang Lebih Ramai dari Tarawih: Fenomena "Lantai 5"

Berbeda dengan masjid kebanyakan yang mulai sepi di akhir Ramadan, Istiqlal justru semakin sesak. Nasaruddin menyebut fenomena ini mirip dengan kondisi di Makkah dan Madinah. Pada malam-malam ganjil, jemaah memenuhi setiap sudut hingga lantai 5 untuk beriktikaf.

Momen haru sering terlihat saat dini hari. Jemaah membawa bekal sahur dari rumah, makan bersama di bawah naungan arsitektur karya Friedrich Silaban, lalu melanjutkan ibadah dengan salat lail dan kontemplasi hingga waktu Subuh tiba.

"Iktikaf itu 10 terakhir Ramadan. Ini pengalaman di Istiqlal, justru iktikaf itu lebih ramai daripada Tarawihnya. Sampai kalau malam ganjil itu full sampai lantai 5 itu. Mereka, kita bisa menyaksikan bagaimana mereka itu bisa sahur bareng, dia bawa makan dari rumahnya, dibawa-bawah pohon mereka itu sahur," kenangnya.

Sejumlah warga mengikuti acara buka puasa di Masjid Istiqlal, Jakarta. (SALMAN TOYIBI/JAWA POS).

Fasilitas Modern dan Ramah Difabel

Tahun ini, Istiqlal juga meningkatkan kenyamanan jemaah dengan teknologi dan aksesibilitas. Layar LCD raksasa kini terpasang di sisi kanan dan kiri masjid agar jemaah di saf paling belakang tetap bisa melihat wajah penceramah dengan jelas.

Editor: Kuswandi
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore