Logo JawaPos
Author avatar - Image
19 Februari 2026, 19.09 WIB

Hukum Puasa Orang yang Lupa Berniat Tapi Bersantap Sahur, Begini Pendapat Buya Yahya

Buya Yahya - Image

Buya Yahya

JawaPos.com - Niat untuk melaksanakan ibadah puasa Ramadhan wajib dilakukan oleh muslim dan muslimah yang akan berpuasa dan tidak bisa ditawar dengan alasan apa pun. Tanpa melakukan niat, pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dipastikan tidak sah menurut hukum fiqih.

Niat dalam pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan harus dilakukan mulai dari waktu Maghrib hingga waktu sahur sebelum terbit fajar di ufuk.

Tidak melakukan niat pada waktu tersebut, ibadah puasa Ramadhan yang dilakukan menjadi tidak sah. Sementara puasa sunnah masih diperbolehkan untuk berniat puasa pada pagi hari selama tidak melakukan hal-hal yang membatalkan puasa.

Pertanyaannya kemudian, bagaimana hukum puasa orang yang lupa berniat tapi bersantap sahur?

Terkait hal tersebut, tokoh agama Yahya Zainul Ma'arif atau kerap disapa Buya Yahya memberikan penjelasan. Dia mengatakan bahwa orang yang bersantap sahur tapi lupa berniat tetap dihukumi sah ibadah puasanya.

Menurut Buya Yahya, bersantap sahur atau makan pada waktu tidak biasa pada malam hari tujuannya adalah untuk melaksanakan ibadah puasa. Bagi Buya Yahya, hal itu sudah dianggap berniat puasa.

"Ada orang sudah sahur tapi lupa niat, nyeselnya ya Allah. Semalam sahur tapi saking buru-burunya gara-gara dibanguninnya susah, sampai nggak niat," kata Buya Yahya, pimpinan Pondok Pesantren Al-Bahjah.

"Ambil pendapat yang sangat mudah, bahwasanya kamu makan di tengah malam itu kan aneh. Kalau makan malam kan biasanya jam 20.00. Lha, kok jam 3.00 pagi makan malam, kamu mau ngapain? Kan gitu pertanyaannya. Jawabannya mau puasa, itu dianggap niat. Sudah gitu saja nggak usah pusing-pusing," imbuhnya.

Menurut Buya Yahya, lupa niat seperti ini kerap kali terjadi pada ibu-ibu. Mereka sudah bangun tengah malam dan memasak untuk mempersiapkan sahur keluarganya, membangunkan anak, bahkan menyuapi mereka. Kesibukan itu terkadang membuat ibu-ibu sampai lupa untuk melakukan niat puasa.

Menurut Buya Yahya, berniat tidak harus menggunakan kalimat yang panjang sebagaimana doa niat yang biasa diajarkan atau kerap muncul dalam pemberitaan media. Terlintas di hati secara singkat seperti 'saya mau puasa besok' sudah cukup untuk niat puasa.

"Niat wajibnya itu di dalam hati, mengucapkan dengan lisan hanya untuk membantu kekhusyukan di dalam hati. Adapun niat tidak harus pakai bahasa Arab, pakai bahasa daerah juga bisa," tuturnya.

Buya Yahya juga menganjurkan untuk melakukan niat puasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan. Seandainya ada hari dimana kita lupa melakukan niat, maka ibadah puasanya tetap sah karena ditutupi oleh niat satu bulan.

"Meski sudah niat satu bulan, tiap malam tetap harus niat. Niat satu bulan di awal Ramadhan itu untuk berjaga-jaga saja," ungkapnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore