Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 02.22 WIB

Fenomena War Takjil Jalan Panjang Kebon Jeruk Jakarta Barat: Macet Parah, Tapi Warga Malah Ketagihan

Suasana penjualan takjil di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (19/2/2026). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com) - Image

Suasana penjualan takjil di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Kamis (19/2/2026). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Hari pertama puasa langsung disambut dengan antusiasme luar biasa oleh masyarakat Jakarta.

Kawasan Jalan Panjang, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, mendadak jadi lautan manusia pada Kamis (19/2) sore. Warga rela berdesakan demi berburu kudapan berbuka puasa alias "war takjil".

Pantauan di lokasi pukul 17.00 WIB, puluhan pedagang mulai dari gorengan, kolak, hingga es buah diserbu pembeli.

Imbasnya, arus lalu lintas dari arah Pesing menuju Kebayoran Lama terpantau macet cukup panjang.

Berburu Takjil Demi Konten dan Sensasi Ngabuburit

Bagi warga Jakarta Barat, berburu takjil di Jalan Panjang bukan sekadar membeli makanan. Ada sensasi tersendiri yang dicari, apalagi momen ini sangat pas untuk mengisi waktu ngabuburit sebelum azan berkumandang.

Indri, 30, salah satu pembeli gorengan, mengaku rela menembus kemacetan demi mendapatkan suasana khas Ramadan di lokasi ini.

"Di sini kan emang udah terkenal dari dulu tiap tahunnya itu paling ramai kalau jualan takjil. Makanya seru aja beli di sini sekalian buat update di medsos," ujar Indri.

Tak hanya warga sekitar, para pekerja kantoran pun tak mau ketinggalan momen seru ini. Fitri, 28, sengaja mampir bersama rekan kerja karena lokasinya yang strategis.

"Kebetulan kantor deket sini. Jadi mampir aja sekalian pulang kerja beli buat buka puasa," kata Fitri.

Harga Merakyat, Dompet Tetap Aman

Selain suasananya yang ikonik, alasan utama war takjil di Jalan Panjang tetap jadi favorit adalah harganya yang sangat terjangkau. Untuk aneka gorengan, harganya dibanderol mulai dari Rp 1.500 hingga Rp 2.500 saja.

Fitri menambahkan bahwa dengan modal minim, ia sudah bisa membawa pulang takjil dalam jumlah banyak.

"Tadi belanja gorengan, lontong sama bihun. Habis Rp 30 ribu tapi dapatnya lumayan banyak," ungkapnya.

Berkah Hari Pertama, Pedagang Berharap Laris Terus

Ramainya pembeli tentu menjadi angin segar bagi para pedagang. Senyum sumringah terpancar dari wajah mereka melihat dagangan ludes dalam sekejap.

Sukini, pedagang gorengan dan lontong, merasa bersyukur dengan antusiasme warga di hari pertama Ramadan tahun ini.

"Alhamdulilah ramai banget. Namanya hari pertama emang tiap tahunnya ramai karena kan orang masih pada semangat buat beli bukaan," kata Sukini.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore