Logo JawaPos
Author avatar - Image
15 Februari 2026, 17.36 WIB

7 Kota dengan Perayaan Imlek Paling Meriah di Indonesia, dari Atraksi Ekstrem hingga Festival Lampion Spektakuler

Pertunjukan Barongsai mengitari Kampung Pecinan mencari angpau yang telah disediakan disetiap sudut ruangan pada saat perayaan Imlek tahun 2025 dikawasan Tambak Bayan Surabaya, Jawa Timur, Rabu (29/01/2025). (Dipta Wahyu/Jawa Pos)

JawaPos.com - Libur Imlek selalu punya daya tarik tersendiri. Kota-kota tertentu di Indonesia berubah drastis: jalanan dipenuhi lampion merah, dentuman tambur barongsai terdengar hampir di setiap sudut, dan aroma kuliner khas pecinan menggoda sejak sore hari.

Kalau kamu sedang mencari destinasi liburan Imlek yang bukan cuma seru tapi juga kaya budaya, daftar kota berikut bisa jadi referensi evergreen. Setiap daerah punya ciri khas perayaan yang berbeda, mulai dari pawai ekstrem hingga festival kuliner legendaris.

1. Singkawang: Sensasi Pawai Tatung yang Mendunia

Singkawang nyaris identik dengan Imlek. Kota ini dijuluki 'Kota Seribu Kelenteng' dan selalu jadi sorotan nasional saat Cap Go Meh. Yang membuatnya istimewa adalah Pawai Tatung, ritual budaya yang menampilkan atraksi ekstrem para tatung yang diyakini kebal terhadap benda tajam.

Ribuan orang memadati jalan utama untuk menyaksikan prosesi yang sarat nilai spiritual ini. Datanglah beberapa hari sebelum puncak Cap Go Meh agar kamu bisa menikmati dekorasi lampion dan suasana kota yang sudah semarak tanpa terlalu berdesakan.

2. Solo: Grebeg Sudiro, Akulturasi yang Hangat

Di Solo, Imlek hadir dalam balutan budaya Jawa lewat perayaan Grebeg Sudiro di sekitar Pasar Gede. Lampion merah menggantung sepanjang jalan, sementara arak-arakan gunungan kue keranjang jadi daya tarik utama.

Gunungan tersebut melambangkan kemakmuran dan biasanya diperebutkan warga setelah didoakan, mirip tradisi Grebeg khas Keraton. Perpaduan budaya Tionghoa dan Jawa terasa begitu alami di sini.

Kalau kamu ingin merasakan Imlek dengan sentuhan tradisi lokal yang kuat, Solo layak masuk bucket list.

3. Semarang: Surga Kuliner di Pasar Imlek Semawis

Semarang punya cara sendiri merayakan Imlek. Kawasan Pecinan, khususnya Gang Warung, berubah jadi pusat Pasar Imlek Semawis.

Ratusan stan kuliner memenuhi jalan, menawarkan lontong cap go meh, kue keranjang, hingga jajanan khas yang sulit ditemukan di hari biasa. Saat malam tiba, lampion menyala berderet menciptakan suasana hangat dan fotogenik.

Ada pula tradisi Tuk Panjang, makan bersama di meja panjang sebagai simbol kebersamaan lintas komunitas.

4. Jakarta: Dari Glodok hingga PIK, Imlek Klasik dan Modern

Jakarta menawarkan pengalaman Imlek yang beragam. Kawasan Petak Sembilan dan Glodok menghadirkan nuansa pecinan klasik dengan toko-toko tua, hiasan merah menyala, dan pertunjukan barongsai di depan ruko.

Di sisi lain, Pantai Indah Kapuk (PIK) dikenal dengan dekorasi Imlek modern dan spot foto instagramable. Banyak pusat perbelanjaan juga menggelar festival tematik, pertunjukan liong, hingga bazar makanan khas. Satu kota, dua atmosfer berbeda, semuanya bisa kamu nikmati dalam satu perjalanan.

5. Medan: Pecinan yang Hidup Sampai Larut Malam

Di Medan, perayaan Imlek terasa kuat di kawasan Jalan Selat Panjang dan Jalan Semarang. Lampion merah membentang di atas jalan, sementara barongsai tampil diiringi sorak penonton.

Pasar malam yang muncul musiman menghadirkan jajanan khas dan hidangan Tionghoa-Medan yang terkenal kaya rasa. Buat pecinta kuliner, suasana ini jelas sulit dilewatkan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore