Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 Oktober 2025, 16.14 WIB

Niken Anjani Akui Pernah Mengalami Pelecehan Seksual di Masa Kecil oleh Orang Terdekatnya

Niken Anjani (Instagram @nikenanjanii) - Image

Niken Anjani (Instagram @nikenanjanii)

JawaPos.com - Aktris Niken Anjani baru-baru ini menceritakan pengakuan mengejutkan terkait pengalaman kelam yang dialaminya di masa kecil.

Melalui podcast di kanal YouTube @maiaaleldultv dengan judul program ‘Anya Geraldine Peluk Niken Anjani Saat Speak Up Soal Pelecehan Seksual!! Vino G. Bastian Beri Support’, Niken untuk pertama kalinya berani bercerita tentang pelecehan seksual yang dilakukan oleh keluarga terdekatnya sendiri.

Dalam program yang juga menghadirkan Anya Geraldine dan Vino G. Bastian itu, Niken mengaku gemetar saat mencoba menceritakan kejadian masa lalunya

"Kayak mau speak up untuk pertama kalinya. Jadi ini pernah kejadian di aku waktu umur delapan tahun, kelas tiga SD," ucapnya dengan nada bergetar.

Ia menjelaskan bahwa pelaku merupakan kerabat dekat yang selama ini dipercaya keluarganya untuk menjaga dirinya ketika orang tua sedang bekerja.

"Waktu kecil orang tua dua-duanya kerja, aku anak tunggal. Suka dititipin ke keluarga yang udah dianggap trusted banget," ujarnya. Namun kepercayaan itu justru menjadi awal dari trauma panjang yang masih membekas sampai saat ini.

Niken menuturkan bahwa saat memasuki masa pra-pubertas, dirinya mulai mengalami perubahan fisik yang membuatnya menjadi sasaran perilaku tidak senonoh dari sang pelaku.

"Jadi memang, pada awalnya tubuhku sudah mulai mengalami perubahan dan mulai berbentuk, tapi saat itu aku belum menyadarinya, bahkan belum mengenal hal-hal seperti penggunaan bra atau sejenisnya. Awalnya aku pikir biasa aja, aku cuma pakai daster di rumah. Tapi tiba-tiba dia lewat dan nyolek bagian nipelku,” ungkapnya dengan menahan emosi. Ia mengaku pelaku saat itu sudah berusia sekitar 40 tahun.

“Waktu itu aku marah, tapi belum ngerti. Aku belum tahu apa itu bagian privat karena belum diajarin, ini private parts, private parts. Cuma rasanya udah enggak nyaman banget,” lanjut Niken. Rasa takut dan kebingungan membuatnya memilih diam, meski kejadian itu terus berulang.

Niken lalu melanjutkan ceritanya tentang kejadian lain yang masih membekas kuat di ingatannya.

“Aku pernah enggak sengaja buka pintu toilet karena enggak dikunci. Aku mau kamar mandi, tapi ternyata orang itu di dalam, mau buang air kecil. Aku kayak kaget, aku maksudnya mau langsung mau nutup untuk lari, sama dia langsung ditarik terus dipegang. Umur segitu, pas 3 SD , itu udah mulai takut tuh cuman ada ketakutan ngomong atau enggak nih karena jangan-jangan gue yang halu, ini wajar apa enggak sih gitu,” katanya dengan suara gemetar.

Puncak dari pelecehan itu terjadi saat Niken sedang menggambar.

“Aku lagi berdiri gambar, terus dia datang dari belakang, nempelin badannya, dan gesek-gesek. Aku langsung nangis dan lari,” ujarnya sambil menahan air mata.

Kejadian yang terjadi berulang kali dalam waktu berdekatan itu akhirnya ia ceritakan kepada orang tuanya setelah kejadiaan ketiga. Tapi memang kan kejadian kayak gini tuh masih agak tabu ya pada saat itu. Jadi mungkin orang juga mikir, ‘Ah, nih orang apalagi lu masih kecil ini anak kecil ngarang kali’.

Namun, respons lingkungan saat itu tidak mudah. “Tapi memang kan kejadian kayak gini tuh masih agak tabu ya pada saat itu. Jadi mungkin orang juga mikir, ‘Ah, nih orang apalagi lu masih kecil ini anak kecil ngarang kali’. Susah banget bikin orang percaya, bahkan orang tua sendiri,” ungkap Niken.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore