JawaPos.com - Lee Jun Ho, anggota 2PM sekaligus aktor papan atas Korea Selatan, kini tengah menjadi perbincangan hangat di antara para penggemar terkait minimnya aktivitasnya di platform komunikasi berbayar Bubble.
Melansir laman Allkpop, sejumlah fans diketahui mengekspresikan rasa kecewa karena sang aktor jarang memberikan kabar baru, sementara sebagian lainnya tetap memberikan pembelaan dan memahami kesibukannya di dunia akting.
Bubble sendiri merupakan aplikasi berlangganan yang memungkinkan penggemar menerima pesan langsung dari artis favorit mereka, dengan biaya sekitar 4.500 KRW per bulan atau sekitar Rp 51.928 (dengan kurs Rp 11,54 per KRW).
Platform ini menjadi wadah penting bagi fans untuk tetap merasa dekat dengan idolanya.
Karena itu, banyak penggemar menganggap komunikasi berkelanjutan sebagai bentuk penghargaan bagi mereka yang turut mendukung karier sang idola.
Namun, berbeda dengan banyak aktor muda hingga senior yang aktif menyapa penggemar hampir setiap hari, Lee Jun Ho diketahui hanya mengirimkan satu pesan sejak akhir Agustus, tepatnya pada 18 Oktober.
Minimnya interaksi tersebut pun memicu reaksi keras dari beberapa fans yang merasa komunikasi Junho tidak sebanding dengan dukungan yang mereka berikan.
Dalam komunitas penggemar, komentar bernada kecewa pun cukup banyak bermunculan.
“Tidak butuh waktu lama untuk sekadar menulis beberapa kata,” tulis seorang penggemar.
Ada pula yang menganggap perubahan ini kontras dengan masa promosi “King the Land”, ketika Junho masih aktif menyapa penggemar melalui berbagai platform.
“4.500 KRW (sekitar Rp 51.928) mungkin terlihat kecil, tapi itu tetap uang. Jika kami membayar untuk komunikasi, minimal ada interaksi yang harus dipenuhi,” ujar fans lain.
Di sisi lain, terdapat juga para pendukung Junho yang berusaha meredam kritik yang berlebihan terhadap sang aktor.
Mereka menekankan bahwa Junho saat ini sedang fokus pada proyek akting barunya, drama tvN 'Typhoon Family' yang tayang perdana 11 Oktober dan menuai pujian atas aktingnya yang memukau.
Menurut mereka, kesibukan syuting dan jadwal padat dapat menyulitkan artis untuk membagi waktu melakukan komunikasi rutin di platform berbayar.
Beberapa fans juga menyoroti bahwa artis kini harus lebih berhati-hati setiap kali menulis sesuatu di media sosial, apalagi di layanan berbayar, karena jika salah ucap sedikit saja dapat memicu kontroversi baru.
“Komunikasi adalah pilihan, bukan kewajiban mutlak. Junho selalu menunjukkan cinta kepada penggemar melalui kerja kerasnya,” komentar seorang penggemar yang mendukung sang aktor.
Situasi ini kemudian memunculkan perdebatan lebih luas tentang tanggung jawab selebritas terhadap layanan berlangganan yang melibatkan uang dari penggemar.
Sebagian pihak menilai bahwa ketika penggemar sudah membayar, interaksi menjadi bagian dari “kontrak tidak tertulis” antara artis dan fans.
Namun, ada pula yang menilai bahwa bentuk kasih sayang artis tidak harus diukur dari seberapa sering mereka mengirim pesan, melainkan melalui ketulusan dan dedikasi dalam karya yang mereka hasilkan.
Para penggemar pun berharap situasi ini dapat menjadi jembatan komunikasi yang lebih baik di masa mendatang, dengan keseimbangan antara privasi sang artis dan ekspektasi fans yang selalu mendukungnya.