Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 November 2025, 05.11 WIB

Polisi Tolak Gugatan Min Hee Jin terhadap Mantan Eksekutif HYBE, Sebut Akses Email Dilakukan Secara Sah

 

Polisi tolak gugatan Min Hee Jin dan nyatakan HYBE mengakses email kerja secara sah saat audit internal. (Allkpop)

JawaPos.com - Kasus hukum yang melibatkan mantan CEO ADOR, Min Hee Jin, dan dua mantan eksekutif HYBE kini mencapai babak baru. 
 
Melansir laman Allkpop, Kepolisian Yongsan di Seoul dikabarkan secara resmi menolak pengaduan pidana yang diajukan Min Hee Jin terhadap mantan CEO HYBE, Park Ji Won, dan Chief Communications Officer, Park Tae Hee. 
 
Penolakan tersebut didasarkan pada hasil penyelidikan yang menyimpulkan bahwa tindakan HYBE dalam mengakses email kerja Min Hee Jin dilakukan secara sah dan sesuai dengan prosedur internal perusahaan.
 
 
Keputusan tersebut diambil pada 14 Oktober lalu, setelah polisi meninjau berbagai bukti dan keterangan dari kedua belah pihak. 
 
Min Hee Jin sebelumnya melayangkan laporan pada November tahun lalu, menuduh kedua eksekutif tersebut telah melanggar Undang-Undang Jaringan Informasi dan Komunikasi karena diduga mengakses email kerja serta laptop perusahaan yang digunakannya tanpa izin.
 
Dalam laporannya, Min Hee Jin mengklaim bahwa Park Ji Won dan Park Tae Hee melakukan pemeriksaan forensik terhadap laptop dan akun email perusahaan tanpa persetujuannya, bahkan memperoleh percakapan pribadi melalui aplikasi KakaoTalk yang kemudian bocor ke pihak luar. 
 
 
Namun, pihak HYBE membantah keras tuduhan tersebut. Mereka menegaskan bahwa Min Hee Jin tidak pernah mengembalikan laptop perusahaan setelah meninggalkan jabatannya dan bahwa akses terhadap email tersebut merupakan bagian dari audit internal yang dilakukan secara resmi dan sah.
 
Setelah melakukan penyelidikan mendalam, polisi tidak menemukan bukti yang mendukung klaim Min Hee Jin bahwa laptop tersebut telah dikembalikan kepada perusahaan pada Agustus 2022. 
 
Sebaliknya, hasil investigasi menunjukkan bahwa HYBE memiliki alasan yang kuat dan sah untuk memeriksa akun email kerja Min Hee Jin selama proses audit berlangsung. 
 
Penyelidik juga menolak tuduhan bahwa HYBE telah secara ilegal menyita atau memeriksa laptop milik mantan wakil CEO ADOR, yang turut menjadi pengadu dalam kasus ini, tanpa izin.
 
Dengan keputusan ini, posisi hukum Min Hee Jin dalam serangkaian gugatan perdata yang masih berlangsung melawan HYBE diperkirakan akan melemah. 
 
Polisi menilai bahwa seluruh proses audit dan pengumpulan bukti oleh pihak HYBE telah dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku, tanpa ada unsur pelanggaran privasi atau penyalahgunaan kewenangan.
 
Menariknya, bukti berupa percakapan KakaoTalk yang diperoleh HYBE selama proses audit disebut-sebut memuat pembicaraan antara Min Hee Jin dan mantan wakil CEO ADOR mengenai rencana agar ADOR dan grup NewJeans dapat beroperasi secara independen dari HYBE. 
 
Temuan ini sebelumnya sempat memicu spekulasi publik bahwa konflik antara kedua belah pihak sudah berlangsung sejak lama, bahkan sebelum isu kepemimpinan di ADOR mencuat ke publik.
 
Sementara itu, firma hukum Shin & Kim LLC selaku kuasa hukum Min Hee Jin membenarkan kepada TenAsia bahwa laporan klien mereka telah ditolak oleh pihak kepolisian. 
 
Mereka juga menyatakan tidak akan tinggal diam dan berencana mengajukan banding atas keputusan tersebut, menegaskan bahwa Min Hee Jin tetap berkomitmen untuk mencari keadilan dan membuktikan bahwa hak-haknya sebagai eksekutif telah dilanggar.
 
Dengan perkembangan terbaru ini, polemik antara Min Hee Jin dan HYBE pun kembali menjadi sorotan publik. 
 

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore