Logo JawaPos
Author avatar - Image
04 Desember 2025, 03.30 WIB

Sosok Epy Kusnandar Alias Kang Mus Preman Pensiun yang Meninggal Dunia, Sempat Divonis Alami Kanker Otak dan Sisa Hidup Tinggal 4 Bulan

Momen saat Epy Kusnandar ultah ke-60 dengan nasi goreng karena tak punya uang./ Instagram: karinaranau9 - Image

Momen saat Epy Kusnandar ultah ke-60 dengan nasi goreng karena tak punya uang./ Instagram: karinaranau9

JawaPos.com - Dunia hiburan Indonesia kembali berduka. Kali ini, Epy Kusnandar yang dikenal melalui perannya sebagai “Kang Mus” pada sinetron Preman Pensiun meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB.

Kabar duka tersebut diungkapkan melalui unggahan istrinya Karina Ranau di Instagram, @karinaranau9. Adapun Karina mengungkapkan Epy telah meninggal dunia setelah melalui perawatan intensif.

“Innalillahi wa inna ilaihi rajiun telah berpulang ke rahmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa," unggahnya di Instagram, Rabu (3/12).

Menurut keterangan keluarga, almarhum akan dimakamkan pada Kamis, 4 Desember 2025 pukul 08.00 WIB di TPU Jeruk Purut.

Profil Epy Kusnandar, Sosok Kang Mus di Preman Pensiun 

Epy Kusnandar, yang lahir di Garut, Jawa Barat pada 1 Mei 1964, menapaki perjalanan karier lebih dari 25 tahun di dunia hiburan. Ia mulai menjejakkan kaki di industri akting pada 1996 lewat sinetron 1 Kakak 7 Ponakan.

Sejak itu, namanya kian dikenal, hingga ia populer berkat berbagai film, FTV, dan terutama perannya yang sangat melekat sebagai Kang Mus dalam Preman Pensiun.

Jauh sebelum memasuki dunia profesional, Epy sudah aktif di teater sejak masa SMA. Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Institut Kesenian Jakarta (IKJ) yang menjadi dasar penting dalam membentuk teknik dan perjalanan aktingnya.

Di televisi maupun layar lebar, Epy tampil dalam beragam judul, mulai dari film panjang, film pendek, hingga serial. Beberapa perannya bahkan membekas kuat di benak penonton, menjadikannya dikenal sebagai aktor dengan karakter yang kuat dan otentik.

Selain berakting, Epy juga sempat merilis lagu, seperti Bukan Manusia Baja (2010) dan Cinta yang Terluka (2013). Dedikasinya pada dunia seni peran pun berbuah apresiasi. Pada Festival Film Indonesia 2012, ia meraih penghargaan sebagai Pemeran Pendukung Pria FTV Terbaik.

Di balik keberhasilannya, Epy pernah melewati masa sulit terkait kesehatannya. Pada 2010, ia divonis mengidap tumor otak berbahaya dan bahkan sempat diperkirakan hanya memiliki sisa hidup empat bulan. Sang istri, Karina Ranau, pernah menceritakan betapa mendadak dan menakutkannya kondisi tersebut.

Sebelum diagnosis, Epy mengalami muntah-muntah, demam, hingga pingsan saat mengemudi. Hasil CT scan kemudian mengungkap adanya tumor di otaknya.

Meski dokter menganjurkan tindakan operasi, Epy dan Karina memilih jalur alternatif. Ia mengonsumsi ramuan herbal seperti akar sidaguri dan sarang semut, dan secara mengejutkan, ia mampu melewati masa kritis itu dan terus berkarya lebih dari satu dekade setelahnya.

Meski demikian, Epy tetap sadar akan sisa waktunya. Suami Karina Ranau tersebut akhirnya berada pada fase pasrah apabila sewaktu-waktu Tuhan menjemputnya, sebelum akhirnya wafat pada usia 61 tahun.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore