Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Desember 2025, 14.53 WIB

Deforestasi di Sumatera Memakan Korban, Komeng Sempat Ingatkan Menhut Raja Juli Antoni untuk Jaga Hutan

Anggota DPD terpilih masa bakti 2024-2029 Alfiansyah alias Komeng bersama Anggota DPR terpilih Rieke Diah Pitaloka tiba di Gedung Nusantara untuk mengikuti pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com - Image

Anggota DPD terpilih masa bakti 2024-2029 Alfiansyah alias Komeng bersama Anggota DPR terpilih Rieke Diah Pitaloka tiba di Gedung Nusantara untuk mengikuti pelantikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/10/2024). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JawaPos.com - Hutan di wilayah Sumatera Barat dan Sumatera Utara dalam tiga dekade terakhir hilang sekitar 1,2 juta hektar. Separuh dari angka tersebut, hutan mengalami alih fungsi menjadi perkebunan sawit.

Hutan yang seharusnya menjadi paru-paru dunia mengalami dampak yang sangat negatif ketika dihilangkan. Bukan hanya dapat mengancam kepunahan pada satwa, tapi juga mengancam keselamatan umat manusia.

Komedian sekaligus anggota DPD RI Alfiansyah Bustami atau kerap disapa Komeng, sebenarnya sudah sempat mengingatkan kepada Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akan ancaman deforestasi di sejumlah daerah di Tanah Air, termasuk di Jawa Barat, dalam acara resmi pada September 2025 lalu.

"Alhamdulillah, terima kasih, saya bisa bertemu dengan kementerian yang selalu ulang tahun, Kemenhut. Sebuah kementerian yang dinasnya tidak ada urusan dengan kesehatan, tapi menjaga paru-paru. Dan paru-paru ini bukan manusia, paru-paru dunia," ungkap Komeng disambut tepuk tangan, dalam video yang beredar.

Komeng meminta kepada Menhut Raja Juli Antoni untuk memperhatikan deforestasi yang terjadi di sejumlah daerah yang dampaknya sangat besar. Menurut Komeng, banjir yang terjadi di Jakarta dan Jawa Barat akibat dari hilangnya keseimbangan ekosistem alam.

"Hilangnya hutan seperti di Ciamis, hutan adat sudah hampir hilang. Di Jakarta banjir tapi kita selalu disalahkan, banjir katanya dari Jabar. Mohon perlindungannya Pak Menteri," ungkap Komeng.

Komeng menyadari bahwa upaya untuk melestasikan hutan memang cukup berat karena dihadapkan pada tantangan pemenuhan pangan dan sejenisnya. Akan tetapi, itu harus dilakukan untuk terciptanya ekosistem pada alam. Karena alam punya hukum tersendiri ketika dia dirusak oleh tangan-tangan manusia.

Komeng dalam kesempatan itu juga menyinggung sikap tegas Gubernur Jawa Barat atau KDM yang memiliki semangat untuk melestarikan ekosistem alam di wilayah Jawa Barat.

"Walaupun gubernur kita dari Jabar, KDM, Komeng dan Mulyadi (Kang Dedi Mulyadi,red) sudah memerintahkan untuk jaga hutan, jaga satwa, jaga mata air, sampai jaga malam, untuk jaga hutan ini bagaimana caranya," kata Komeng sembari bercanda.

"Dan memang agak sulit. Di satu sisi, kita membuka hutan untuk pangan karena ingin jadi lumbung pangan, dan di satu sisi hutannya jadi semakin hilang," imbuh Komenag.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore