Logo JawaPos
Author avatar - Image
23 Desember 2025, 19.42 WIB

Klarifikasi Militer Terkait Dugaan Penyalahgunaan Wewenang Atasan terhadap Woozi SEVENTEEN

Woozi Seventeen diduga menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan saat wajib militer (X @pledis_17) - Image

Woozi Seventeen diduga menjadi korban penyalahgunaan kekuasaan saat wajib militer (X @pledis_17)

JawaPos.com - Baru-baru ini, muncul laporan bahwa seorang bintara di Pusat Pelatihan Angkatan Darat meminta Woozi SEVENTEEN untuk membantu mencarikan penyanyi pernikahan. Permintaan ini menjadi sorotan karena diajukan saat sang idola baru saja memulai masa pelatihannya sebagai peserta wajib militer.

Menurut laporan Seoul Shinmun pada 22 Desember, seorang bintara berinisial A menghubungi Woozi pada bulan September lalu.

Meski keduanya tidak memiliki hubungan pribadi sebelum wajib militer, 'A' meminta Woozi memperkenalkan penyanyi yang bersedia membawakan lagu ucapan selamat di pernikahannya pada bulan Oktober.

Menanggapi permintaan itu, Woozi akhirnya memperkenalkan seorang penyanyi balada terkenal yang merupakan rekan pribadinya.

Dikutip dari Allkpop, penyanyi dikonfirmasi hadir dan tampil di pesta pernikahan 'A' pada bulan Oktober tanpa menerima bayaran penampilan sepeser pun.

Pihak Angkatan Darat menyatakan bahwa saat ini Woozi telah terpilih sebagai instruktur latihan dan bertugas di resimen yang sama dengan Sersan Staf 'A'.

Namun, pihak militer mengklarifikasi bahwa pada saat permintaan itu diajukan, status penugasan masa depan Woozi belum ditentukan.

Pusat Pelatihan Angkatan Darat menegaskan bahwa tidak ada unsur paksaan yang terlibat dan Woozi mematuhi permintaan itu karena niat baik.

"Setelah meninjau situasi, kami menyimpulkan bahwa ini bukan hasil dari perintah yang tidak pantas, melainkan tindakan niat baik pribadi dari pihak Woozi. Tidak ada pelanggaran hukum atau peraturan militer yang ditemukan," ungkap juru bicara resmi.

Terlepas dari penjelasan ini, muncul kritik bahwa tidak pantas bagi seorang atasan militer untuk mengajukan permintaan pribadi seperti itu, kepada seorang calon prajurit yang baru direkrut.

Beberapa ahli hukum berpendapat, bahwa situasi ini berpotensi melanggar Undang-Undang Dinas Militer, termasuk pelanggaran terhadap kewajiban integritas dan kewajiban untuk menjaga martabat.

"Terdapat banyak preseden pengadilan yang mengakui bahwa, mengingat hierarki yang kaku dan sifat tertutup organisasi militer, pada dasarnya sulit untuk menolak permintaan pribadi atasan."

"Poin ini seringkali menjadi dasar penting untuk pertimbangan hukum," jelas pengacara Noh Jong Eon dari Firma Hukum Jonjae.

Sebagai informasi, Woozi mendaftar wajib militer bersama rekannya, Hoshi, pada bulan September lalu dan saat ini tengah menjalani sisa masa dinasnya.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore