Logo JawaPos
Author avatar - Image
31 Desember 2025, 04.05 WIB

Penyanyi Novi Rizki Menangis Usai Melihat Langsung Kondisi Aceh dan Sumatera Utara

Penyanyi Novi Rizki bersama rombongan saat mendatangi korban banjir dan longsor di Sumatera (istimewa) - Image

Penyanyi Novi Rizki bersama rombongan saat mendatangi korban banjir dan longsor di Sumatera (istimewa)

JawaPos.com - Penyanyi Novi Rizki menunjukkan kepeduliannya terhadap korban bencana banjir dan longsor yang terjadi di Aceh dan Sumatera Utara, beberapa waktu lalu. Bukan hanya menyampaikan simpati dari jauh, pelantun Gelay memilih terjun langsung ke lokasi terdampak untuk menyalurkan bantuan bersama komunitas arisannya, Squad Sosialite.

Novi Rizki pergi ke Sumatera pada 16 hingga 20 Desember 2025 bersama rombongan. Dia pun menyambangi sejumlah wilayah yang terdampak cukup parah. Dalam kunjungannya itu, Novi Rizki sangat sedih sampai menangis usai melihat secara kondisi di Sumatera akibat logsor dan banjir parah melanda.

"Aku pura-pura tegar di depan mereka, padahal hatiku nangis menjerit,” kata Novi Rizki saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Menurut Novi Rizki, perjalanan menuju lokasi bencana butuh perjuangan. Setidaknya, Novi dan rombongan harus menempuh waktu selama 14 jam perjalanan karena banyak akses jalan yang tertutup. Kondisi longsor yang terjadi di puluhan titik membuat dia dan rombongan hanya bisa melalui satu jalur menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga.

“Pemandangan yang saya lihat longsor dari berpuluh-puluh titik dan kayu gelondongan di mana-mana. Hanya ada satu akses jalan tersisa menuju Tapanuli Tengah dan Sibolga, itu juga dibantu sama teman-teman dari Medan Squad,” katanya.

Novi Rizki mengugkapkan, kondisi di Sumatera sebenarnya lebih memprihatinkan dari apa yang tergambar di media sosial. Banyak perkampungan rusak berat akibat banjir dan longsor, bahkan sebagian wilayah sudah hilang.

“Banyak kampung hilang, air belum benar-benar surut, masih banyak yang banjir sampai lutut. Jalanan kampung jadi ruas baru air,” ceritanya.

Novi Rizki juga bercerita, banyak lumpur dan kayu berserakan di banyak titik. Yang lebih menyedihkan, dia mencium aroma busuk jasad manusia yang tertimbun tanah akibat banjir dan longsor.

“Lumpur masih banyak yang tinggi, kayu masih banyak yang belum dibersihkan, bau amis jasad manusia masih tercium. Sekolahan habis total,” ungkapnya.

Selain kerusakan fisik, Novi juga menyoroti persoalan listrik dan air bersih yang belum sepenuhnya berfungsi dengan baik saat dia datang ke sana.

“Untuk Sumatera listrik aman. Sementara Aceh sampai terakhir kami ke sana, hari ke-21 (pasca bencana), listrik masih belum menyala. Bayangkan hampir satu bulan mereka hidup tanpa penerangan,” ungkap pemilik akun @novirizkiyanti di Instagram dengan jumlah followers mencapai 873 ribu lebih itu.

Novi Rizki bersama rombongan membagikan bantuan berupa sembako seperti beras, mie instan, minyak, roti, sarden, pakaian, hingga obat-obatan.

“Banyak obat-obatan juga kayak tolak angin dan minyak kayu putih. Terus baju, mukena, kerudung. Pokoknya semua keperluan mereka kita coba bantu,” ungkap Novi Rizki.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore