Logo JawaPos
Author avatar - Image
13 Januari 2026, 16.49 WIB

Indro Warkop Miris dengan Tingkah Pemuda NU dan Muhammadiyah, Pelapor Pandji Pragiwaksono

Indro Warkop menghadiri peluncuran "Don - Image

Indro Warkop menghadiri peluncuran "Don

JawaPos.com - Tindakan Pemuda NU dan Muhammadiyah yang melaporkan komika Pandji Pragiwaksono mendapat kritikan tajam dari banyak pihak.

Selain dari kalangan kiai NU, kritikan terhadap pemuda NU dan Muhammadiyah pelapor Pandji Pragiwaksono juga datang dari kalangan seniman.

Salah satunya dari komedian senior Indro Warkop. Menurut dia, tindakan pemuda dari ormas keagamaan terbesar di Indonesia itu memperlihatkan cara berpikir mereka sangat kolot dan primitif.

"Mari kita tempatkan komedi pada tempatnya. Kadang-kadang orang sekarang nggak mengerti arti dari komedi," kata Indro Warkop.

Bukan hanya menunjukkan kualitas pelapor yang dinilai tidak memiliki wawasan luas dan tidak mengerti dunia komedi, Indro Warkop juga menganggap tindakan pelapor Pandji Pragiwaksono memberikan dampak buruk pada Indonesia.

"Oleh bangsa lain kita dianggap, 'orang Indonesia ternyata primitif ya'. Ini kemunduran cara berpikir," ungkap Indro Warkop.

Diketahui, Pemuda NU dan Muhammadiyah resmi membuat laporan polisi di Polda Metro Jaya terhadap komika Pandji Pragiwaksono terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap ormas keagamaan.

Laporan terhadap Pandji Pragiwaksono terdaftar dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026. Pandji dilaporkan dengan Pasal 300 dan/atau pasal 301 KUHP dan/atau pasal 242 KUHP dan/atau pasal 243 KUHP.

Pandji Pragiwaksono dilaporkan ke polisi atas penampilannya dalam acara stand up comedy mengusung tajuk Mens Rea pada Desember 2025 lalu dan ditayangkan melalui platform Netflix.

Rizki Abdul Rahman Wahid selaku perwakilan pelapor mengungkap alasan melaporkan Pandji Pragiwaksono ke ranah hukum. Menurut dia, lawakan Pandji dinilai menghina, memfitnat, menyebabkan kegaduhan, dan berpotensi memecah belah masyarakat.

"Kami melaporkan kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media, memecah belah bangsa, dan menimbulkan keresahan,"kata Rizki Abdul Rahman Wahid beralasan.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore