
Aurelie Moeremans. (Instagram @aurelie)
JawaPos.com - Aktris Aurelie Moeremans mengungkap kondisi terkininya setelah menuliskan kisah pribadinya menjadi korban child grooming lewat tulisan berjudul Broken Strings. Ia mengaku merasa lebih lega dan kini mengajak korban lain untuk berani melakukan hal serupa, yakni mengekspresikan pengalaman mereka sebagai bagian dari proses penyembuhan.
“Aku menyadari satu hal setelah menulis Broken Strings. Menulis pelan-pelan membantu aku sembuh, bukan karena semua lukanya langsung hilang, tapi karena akhirnya aku tidak diam lagi,” tulis Aurelie dalam pernyataannya di saluran Instagram, dikutip Kamis (15/1).
Memoarnya tersebut ternyata mendapat respons luas dari publik. Banyak orang mengaku merasa memiliki pengalaman serupa dan akhirnya memberanikan diri untuk berbagi cerita kepada Aurelie. Ia pun mengaku tersentuh dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya.
“Banyak sekali dari kalian yang mengirim pesan dan bilang bahwa kalian relate dengan Broken Strings, lalu berbagi kisah kalian sendiri. Aku sangat berterima kasih atas kepercayaan itu,” lanjutnya.
Namun, Aurelie juga menyadari keterbatasannya untuk merespons semua pesan yang masuk. Dari situ, ia kemudian memunculkan sebuah gagasan agar proses berbagi tidak hanya terpusat padanya, melainkan menjadi ruang bersama.
“Di saat yang sama, pesannya begitu banyak sampai aku tidak mungkin bisa membaca atau membalas semuanya satu per satu. Karena itu aku memikirkan ini. Kalau menulis membantu aku, mungkin juga bisa membantu kamu,” ungkapnya.
Sebagai langkah lanjutan, Aurelie memperkenalkan tagar #PutusTali. Menurutnya, tagar tersebut menjadi simbol untuk melepaskan diri dari berbagai hal yang selama ini membelenggu korban.
“Aku memilih #PutusTali karena bagi aku, ini tentang melepaskan diri dari kendali, manipulasi, rasa takut, rasa bersalah, dan diam yang terlalu lama,” jelas Aurelie.
Melalui tagar itu, ia berharap para korban bisa saling membaca cerita, saling menguatkan, dan menyadari bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi pengalaman pahit.
“Lewat hashtag ini, kita bisa saling membaca cerita satu sama lain, saling menguatkan, dan saling mengingatkan bahwa kita tidak sendirian,” tulisnya.
Aurelie pun menegaskan bahwa berbagi cerita tidak harus dilakukan dengan paksaan. Setiap orang berhak menentukan caranya sendiri dan waktu yang paling tepat.
“Kalau kamu merasa siap untuk berbagi, dengan caramu sendiri dan waktumu sendiri, kamu bisa menggunakan #PutusTali,” pungkas Aurelie.
Untuk diketahui, Aurelie saat ini tengah menjadi sorotan publik setelah merilis buku memoar Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth. Dalam buku tersebut, ia membuka pengalaman traumatis masa mudanya, termasuk dugaan praktik child grooming yang dialaminya saat masih remaja.
Perbincangan mengenai memoar itu semakin meluas sejak potongan pengakuan Aurelie beredar di media sosial pada awal Januari 2026. Kutipan-kutipan dari buku tersebut memicu diskusi publik tentang relasi tidak sehat, terutama yang terjadi di lingkungan industri hiburan.
Dalam memoarnya, Aurelie menyinggung sosok pria dewasa yang disebut mendekatinya sejak ia berusia 15 tahun. Pria tersebut disamarkan dengan nama “Bobby”. Sejumlah warganet kemudian berupaya menelusuri identitas sosok itu, meski Aurelie sendiri tidak pernah menyebutkan nama secara langsung.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
