Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 Februari 2026, 15.50 WIB

Gus Miftah Menilai, Indonesia Memainkan Peran Strategis untuk Perdamaian Palestina

Momen saat Gus Miftah bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto. (istimewa) - Image

Momen saat Gus Miftah bersilaturahmi dengan Presiden Prabowo Subianto. (istimewa)

JawaPos.com - Keterlibatan Indonesia dalam upaya perdamaian Palestina dengan memutuskan bergabung bersama Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sempat menuai kontroversi di publik.

Ada yang memberikan kritikan keras atas keputusan Presiden Prabowo Subianto tersebut, ada pula yang memberikan dukungan karena dianggap sebagai keputusan yang tepat.

Gus Miftah juga ikut angkat bicara dan menilai bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) untuk tujuan perdamaian Palestina. Menurut dia, langkah Indonesia sudah sangat tepat.

"Selama bertahun-tahun, Indonesia konsisten mengimbau perdamaian di Palestina. Namun, krisis Gaza membutuhkan aksi nyata, bukan sekadar diplomasi retoris," kata Gus Miftah dalam keterangannya.

Menurut Gus Miftah, bergabungnya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) menggeser posisi Indonesia yang selama ini hanya menjadi penonton, kini menjadi aktor penentu perdamaian untuk Palestina.

"Dengan bergabung ke BoP yang diinisiasi dalam konteks rencana perdamaian yang didukung Amerika Serikat, Presiden mengambil opsi menjemput bola," ungkapnya.

"Posisi Indonesia tidak lagi hanya sebagai pengamat atau pemberi bantuan logistik jarak jauh, tapi menjadi aktor kunci yang duduk di meja perundingan dan turun langsung di lapangan. Indonesia menunjukkan bahwa kita adalah bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah," imbuhnya.

Menurut Gus Miftah, Indonesia akan mengirimkan sekitar 5.000 hingga 8.000 anggota TNI untuk tujuan kemanusiaan ke Gaza sekaligus untuk memberikan pembelaan akan kemerdekaan serta kedaulatan Palestina.

"Kehadiran TNI di Gaza melalui International Stabilization Force (ISF) di bawah naungan BoP sebagai bukti untuk menjaga perbatasan, menstabilkan situasi, dan memfasilitasi rekonstruksi," tuturnya.

Gus Miftah menegaskan, masuknya Indonesia ke dalam sistem untuk memastikan agenda perlindungan terhadap warga Palestina dapat dijaga dan menjadi prioritas utama.

"KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan personel yang dikirim adalah mereka yang berpengalaman, termasuk veteran UNIFIL. TNI memiliki rekam jejak panjang sebagai blue helmets yang disegani dunia," tandasnya.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore