Logo JawaPos
Author avatar - Image
17 November 2025, 12.00 WIB

Info Trans Jatim: Dinas Perhubungan Mulai Jalankan Uji Coba Bus Trans Jatim, Begini Penjelasannya

Spesial Hari Santri! Warga Jawa Timur Bisa Naik Trans Jatim Gratis. (Dokumentasi Jawa Pos) - Image

Spesial Hari Santri! Warga Jawa Timur Bisa Naik Trans Jatim Gratis. (Dokumentasi Jawa Pos)

JawaPos.com – Peningkatan fasilitas Bus Trans Jatim terus dilakukan. Minggu ini, Dinas Perhubungan Jawa Timur memulai pemasangan patok untuk shelter dan rambu di beberapa wilayah. Sementara itu, armada baru bus masih menjalani tahap uji coba oleh pihak karoseri.

Cito Eko Yuli Saputro, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Angkutan Jalan Dishub Jatim, menjelaskan bahwa pemasangan patok untuk shelter dan rambu dilakukan secara bersamaan di Malang Raya. Secara rinci, ada 27 lokasi di Kota Malang, 15 di Kabupaten Malang, dan 25 di Kota Batu.

“Sejauh ini untuk jumlah titik shelter maupun rambu belum ada perubahan. Jadi kami mulai pasangi patok di puluhan titik yang sudah ditentukan,” jelas Cito, dilansir dari Radar Malang (JawaPos Grup).

Pemasangan ini bersifat sementara sambil menunggu masukan dari pemerintah daerah setempat.

Rencananya, jika lokasi sudah final, pemasangan shelter dan rambu permanen akan dilakukan minggu depan.

Saat ini, pihak Dishub masih menerima saran terkait perubahan titik. Salah satunya datang dari Serikat Sopir Indonesia (SSI) Kota Malang, yang meminta agar rambu di sekitar Universitas Negeri Malang Kampus 2 dicabut karena terlalu dekat dengan Terminal Madyopuro.

"Tepatnya rambu yang ditaruh dari arah selatan untuk masuk ke Terminal Madyopuro. Karena lokasinya terlalu dekat dengan termina," ujarnya.

Selain menyiapkan prasarana, Dishub juga mengecek kesiapan armada. Berdasarkan laporan, karoseri telah melakukan uji coba internal. “Namun yang lolos uji coba baru tiga bus. Untuk 12 bus lain masih dipersiapkan,” jelas Cito.

Kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga tengah diperhatikan, mulai dari sopir, pramu, admin, hingga petugas kebersihan.

Saat ini, pendaftaran sopir baru dibuka untuk paguyuban angkot di Kota Malang dan Kota Batu, namun jumlah pendaftar masih terbatas: enam sopir dari Malang dan tujuh dari Batu. Untuk menutupi kekurangan, operator bus diminta menyiapkan tenaga sementara.

Jika ada sopir tambahan yang mendaftar kemudian, mereka bisa menggantikan tenaga sementara tersebut. Hal ini sejalan dengan rencana peluncuran Bus Trans Jatim pada 20 November mendatang.

Sementara itu, SDM untuk pramu dan prami yang akan bertugas di dalam bus sudah direkrut sejak dua bulan lalu melalui lembaga asesmen resmi. “Saat ini mereka sedang di-training di Kota Surabaya,” tutup Cito.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore