Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Desember 2025, 04.48 WIB

Jalan Nasional Geumpang-Pameu Aceh sudah Bisa Dilewati, Tapi Belum Tembus ke Takengon

Petugas PUPR berfoto di jalan nasional Geumpang-Pameu yang putus akibat banjir bandang dan longsor, di Pameu Aceh Tengah (5/12). (ANTARA/Dok pribadi) - Image

Petugas PUPR berfoto di jalan nasional Geumpang-Pameu yang putus akibat banjir bandang dan longsor, di Pameu Aceh Tengah (5/12). (ANTARA/Dok pribadi)

JawaPos.com-Akses jalan nasional dari Geumpang Kabupaten Pidie menuju Pameu Kabupaten Aceh Tengah sudah dapat dilalui kendaraan roda empat pascabencana banjir dan longsor Aceh, tetapi belum berhasil menembus Kota Takengon (ibu kota Aceh Tengah).

"Sampai hari ini, alhamdulillah sudah mulai lancar dari ruas jalan Geumpang - Pameu Kecamatan Rusip Antara," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.2 Provinsi Aceh, Chandra Irawan saat dikonfirmasi dari Banda Aceh, Jumat.

Tetapi, kata dia, untuk akses jalan selanjutnya dari Pemeu ke Genting Gerbang menuju Simpang Uning Takengon belum dapat dilewati karena banyaknya jalan ambles dan putus.

"Serta, beberapa jembatan terputus, sehingga sampai saat ini kami masih terus berusaha untuk membuka akses jalan agar bisa tembus ke Kota Takengon," ujarnya.

Dalam proses pengerjaan, kata Candra, sejauh ini mereka masih terkendala BBM, apalagi masih terdapat beberapa titik longsoran yang harus dibersihkan agar akses jalan di kawasan tersebut kembali lancar.

Untuk proses pengerjaan, pihaknya terus berupaya mempercepat, dan diusahakan dalam dua pekan ke depan bisa menembus Kota Takengon.

"Dua minggu kita usahakan bisa akses ke Takengon. Mohon dukungan dan doa dari semuanya," kata Candra.

Terpisah, Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M Nasir melaporkan bahwa hingga hari ini masih terdapat 82 titik longsor di jalur menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah, sehingga membuat pendistribusian logistik masih sulit.

“Pada saat posisi di KM 21, masih ada 82 titik longsor. Artinya menuju Bener Meriah bukan hal mudah, sehingga dibutuhkan kerja keras semua tim, terutama penggunaan alat berat, supaya proses pembersihan dan pembuatan kembali jalan tersebut segera selesai," demikian M Nasir.

Berdasarkan data sementara dari Posko Tanggap Darurat Aceh per 4 Desember pukul 20.00 WIB, tercatat sebanyak 442 titik jalan dan 224 titik jembatan mengalami kerusakan akibat bencana banjir dan longsor di Aceh. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore