Logo JawaPos
Author avatar - Image
12 Desember 2025, 21.42 WIB

Kerahkan Alat Berat untuk Buka Akses Jalan Daerah Terdampak Banjir dan Longsor demi Kelancaran Penyaluran Logistik

Alat berat dikerahkan untuk membuka akses dari Sumatera Utara menuju Aceh Tamiang, Selasa (2/12). hingga Selasa, jumlah korban meninggal akibat bencana di Sumatera mencapai 774 jiwa. (BNPB)

JawaPos.com - Dampak paling krusial dari bencana banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) adalah terputusnya akses lalu lintas. Jalan putus, amblas, tertutup lumpur tebal yang terbawa dari air banjir. Untuk memulihkannya selain pembangunan, juga membutuhkan alat berat untuk membersihkan jalan tersebut. 

Puluhan alat berat dikerahkan di tiga provinsi untuk memperlancar akses transportasi. Danantara Indonesia memerintahkan Nindya Karya, BUMN karya untuk membantu pemulihan daerah terdampak bencana.  

Direktur Utama (Dirut) PT. Nindya Karya Firmansyah mengatakan, pihaknya berupaya fokus pada rekayasa teknis dan infrastruktur vital yang terdampak bencana. Prioritas utama pembukaan akses jalan yang tertutup akibat longsor dan banjir bandang. Upaya itu dilakukan di Kabupaten Pidie dan Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, serta di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut.

Langkah ini krusial untuk memulihkan mobilitas warga dan memperlancar distribusi logistik dan bantuan. Selain pembukaan akses jalan, upaya pembersihan material lumpur juga dilakukan di jalur Sungai Liput - Kuala Simpang di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Untuk mendukung operasi tersebut, Nindya Karya mengerahkan sejumlah besar alat berat di berbagai lokasi terdampak. Data per Kamis (11/12), di Aceh dikerahkan 2 Wheel Loader, 6 Dump Truck, 1 Ekskavator, dan 1 Backhoe Loader. Di Sumatera Utara dioperasikan 2 Wheel Loader dan 1 Dump Truck.  

Di Sumatera Barat, Nindya Karya menyiapkan 3 ekskavator, 1 Wheel Loader, dan 1 Tangki BBM. Penggunaan alat berat ini sangat vital untuk pengerukan sungai, pembersihan permukiman, dan pembukaan akses jalan. 

Kerja untuk infrastruktur mencakup pengerukan sungai demi normalisasi dan pembuatan tanggul guna mengurangi potensi banjir. Contohnya pembersihan akses dan pembuatan Tanggul Sungai Aek Garoga serta Normalisasi Sungai Aek Garoga di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Di lokasi yang sama, dilakukan juga pengalihan akses di Sungai Siasis. Upaya pengerukan saluran resapan juga dilakukan di Kabupaten Pidie, Aceh. 

Selain fokus pada pemulihan infrastruktur, Nindya turut mendirikan Posko Bantuan & Dapur Umum di lokasi terdampak. Di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, didirikan Posko Nindya Peduli dan Dapur Umum untuk menyediakan makanan hangat bagi warga. Posko Logistik juga didirikan di Kabupaten Aceh Tamiang. 

Bantuan non-fisik yang disalurkan mencakup penyediaan logistik & sembako, baju layak pakai, serta penyerahan bantuan kasur. Bantuan sembako disalurkan di Kota Medan dan Tapanuli Tengah, Sumatera Utara. Selain itu, Nindya Karya juga memasang Toren Air Bersih di Kabupaten Tapanuli Tengah dan Sibolga untuk memastikan ketersediaan sarana air bersih. 

“Bagi kami pemulihan bukan hanya soal membangun infrastruktur, tetapi juga memulihkan kembali harapan. Melalui penyaluran bantuan sembako, pelayanan di posko dan dapur umum, hingga kerja nyata di lapangan, kami berupaya memastikan bahwa setiap bantuan benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan,” ungkap Firmansyah. 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore