Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 Oktober 2025, 15.07 WIB

Hari Pertama Negosiasi Israel–Hamas di Mesir Beri Sinyal Positif, Proposal Perdamaian Trump Mulai Dibahas

Asap meningkat menyusul ledakan di tengah serangan militer Israel di Kota Gaza, terlihat dari Jalur Gaza tengah, 6 Oktober 2025. perundingan Hamas-Israel terus berlangsung. (Dawoud Abu Alkas/ Reuters) - Image

Asap meningkat menyusul ledakan di tengah serangan militer Israel di Kota Gaza, terlihat dari Jalur Gaza tengah, 6 Oktober 2025. perundingan Hamas-Israel terus berlangsung. (Dawoud Abu Alkas/ Reuters)

JawaPos.com - Pertemuan hari pertama antara Israel dan Hamas di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (6/10), berakhir dengan nada optimistis.

Sejumlah sumber diplomatik menyebut pembicaraan tidak langsung yang dimediasi Mesir itu berlangsung 'positif' dan menghasilkan peta jalan untuk tahap negosiasi berikutnya.

Sesi awal ini menjadi momen penting setelah berbulan-bulan stagnasi, dengan fokus utama pada upaya mengimplementasikan rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, pertukaran tahanan, dan peningkatan akses bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza.

Menurut Al Jazeera Arabic, pertemuan di kota resor Laut Merah itu menghasilkan kerangka diskusi untuk melanjutkan pembahasan teknis pada hari berikutnya.

Meski demikian, pihak Hamas memperingatkan bahwa serangan udara Israel yang masih berlangsung menjadi hambatan besar terhadap upaya membangun kepercayaan di meja perundingan.

Delegasi Hamas dalam pertemuan ini dipimpin oleh Khalil al-Hayya dan Zaher Jabarin, dua tokoh senior yang bulan lalu lolos dari upaya pembunuhan di Doha, Qatar, yang menewaskan lima orang.

Keduanya berperan sebagai negosiator kunci dalam isu pertukaran tahanan dan gencatan senjata permanen.

Dari Washington, Gedung Putih menegaskan bahwa Trump mendorong dimulainya pertukaran tahanan sebagai langkah awal untuk menciptakan momentum menuju penyelesaian konflik.

“Tim teknis sedang bekerja memastikan kondisi yang tepat untuk pembebasan para sandera,” kata Juru Bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, seraya menambahkan bahwa daftar tahanan dari kedua pihak tengah diverifikasi.

Dalam pernyataannya kepada media, Trump menyebut negosiasi ini memiliki peluang besar untuk menghasilkan kesepakatan. 

“Kita punya kesempatan yang sangat baik. Saya rasa Hamas sudah mulai menyetujui hal-hal penting,” ujar Trump dari Oval Office. Ia juga menegaskan masih memiliki beberapa “garis merah” dalam pembicaraan tersebut.

Laporan dari Al Jazeera menyebut Trump turut memuji peran negara-negara Arab dan Turki yang mendorong Hamas tetap berada di meja perundingan.

Serta menyanjung utusan khusus AS Steve Witkoff dan penasihat seniornya Jared Kushner, yang ikut memimpin delegasi Amerika.

Negosiasi dijadwalkan berlanjut pada Selasa (7/10), bertepatan dengan dua tahun sejak serangan Hamas ke wilayah Israel yang menewaskan 1.139 orang dan menyebabkan sekitar 200 orang disandera. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore