
Aktivis dengan jaket pelampung oranye duduk di atas kapal Sumud yang menuju Gaza saat tentara AL Israel berlayar ke pelabuhan Ashdod, Israel pada hari Kamis, setelah dicegat. (Leo Correa, AP)
JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan keyakinannya bahwa kesepakatan damai untuk mengakhiri perang Gaza semakin dekat.
Itu seiring berlanjutnya negosiasi tidak langsung antara Israel dan Hamas di Mesir pada Selasa (7/10).
Trump, yang menggagas rencana perdamaian 20 poin bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa tahap awal kesepakatan, yakni pembebasan sandera Israel dan penghentian sementara pertempuran, dapat tercapai dalam minggu ini.
“Kita punya peluang besar untuk membuat kesepakatan yang akan bertahan lama. Hamas telah menyetujui beberapa hal penting,” ujar Trump di Gedung Putih, Senin waktu setempat.
Lewat pernyataannya di media sosial, Trump mendesak semua pihak untuk 'bergerak cepat' dalam menyelesaikan tahap pertama perjanjian.
Ia menilai momentum saat ini tidak boleh disia-siakan mengingat kedua pihak mulai menunjukkan fleksibilitas setelah dua tahun konflik berdarah.
Sumber diplomatik menyebutkan, hari pertama pembicaraan di Sharm El-Sheikh berakhir dengan suasana positif, menurut laporan Al-Qahera News, media yang terafiliasi pemerintah Mesir, demikian mengutip BBC.
Negosiasi dijadwalkan berlanjut pada Selasa dengan mediator dari Mesir dan Qatar melakukan shuttle diplomacy antara delegasi Israel dan Hamas.
Dalam tanggapannya, Hamas menyatakan kesediaan untuk membebaskan semua sandera sesuai formula dalam rencana Trump, 'asalkan kondisi di lapangan memungkinkan'.
Namun kelompok itu belum menanggapi tuntutan utama Israel dan AS: pelucutan senjata dan penarikan total dari pemerintahan Gaza.
Meski begitu, pernyataan Hamas kali ini dianggap lebih lunak dari biasanya, tanpa garis merah yang keras seperti sebelumnya. Analis menilai ini sebagai tanda tekanan diplomatik dan regional terhadap kelompok itu mulai membuahkan hasil.
Rencana damai Trump juga mendapat dukungan luas. Sekjen PBB António Guterres menyebutnya sebagai “peluang penting untuk mengakhiri tragedi Gaza.”
Sementara Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer menyatakan bahwa inisiatif AS ini harus menjadi jalan menuju perdamaian abadi di Timur Tengah.
Bahkan Iran, sekutu lama Hamas, ikut memberikan sinyal dukungan atas proposal tersebut, langkah yang mengejutkan banyak pengamat.
Sebagai informasi, negosiasi ini berlangsung tepat dua tahun setelah serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 lainnya disandera.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
