
Suasana aksi demonstrasi di depan stadio Ulleval sebelum pertandingan Norwegia kontra Isarel dalam laga kualifikasi piala dunia 2026. (France 24)
JawaPos.com – Polisi Norwegia membubarkan kerumunan aktivis pro-Palestina yang berkumpul di luar Stadion Ullevaal, Oslo.
Dilansir dari laman France 24 pada Minggu (12/10), aksi tersebut terjadi menjelang laga kualifikasi Piala Dunia antara Norwegia dan Israel.
Diketahui bahwa polisi sempat menggunakan gas air mata dan melakukan beberapa penangkapan di lokasi kejadian. Demonstrasi awalnya berlangsung damai di pusat kota Oslo dengan dihadiri beberapa ratus peserta.
Para demontrasi terlihat membawa bendera Palestina dan mengenakan selendang keffiyeh sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Gaza. Namun situasi berubah tegang ketika sebagian massa bergerak menuju area sekitar stadion.
Saat mendekati Stadion Ullevaal, puluhan aktivis membentangkan bendera Palestina berukuran besar dan spanduk bertuliskan “Biarkan Anak-Anak Hidup”.
Polisi antihuru-hara kemudian dikerahkan untuk membubarkan massa yang menolak mundur. Gas air mata ditembakkan untuk mengendalikan situasi, sementara beberapa demonstran ditahan di tempat.
Aksi protes juga sempat terjadi di dalam stadion tepat sebelum pertandingan dimulai. Sejumlah penonton mencemooh lagu kebangsaan Israel dan seorang pria dengan kaus bertuliskan “Bebaskan Palestina” nekat berlari ke lapangan.
Petugas keamanan segera mengamankannya dan membawa pria tersebut keluar dari arena pertandingan.
Ketua Komite Norwegia untuk Palestina, Line Khateeb, mengatakan aksi tersebut bertujuan memberikan “kartu merah” kepada Israel atas tindakan yang disebutnya apartheid dan genosida.
Khateeb menegaskan para peserta tidak menerima penggunaan sepak bola sebagai sarana menutupi kejahatan perang. Menurutnya, olahraga seharusnya tidak dipakai untuk mengaburkan penderitaan rakyat Palestina.
Beberapa pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan “Kecualikan Israel dari Sepak Bola Internasional” dan “Ini Genosida, Bukan Perang”.
Seorang demonstran bernama Munib Sarwar menegaskan bahwa aksi itu merupakan bentuk solidaritas terhadap anak-anak Gaza yang telah menderita selama dua tahun terakhir. Ia mengatakan masyarakat dunia harus terus mendesak agar Israel dimintai pertanggungjawaban.
Meskipun gencatan senjata antara Israel dan Hamas baru saja disepakati, para penyelenggara memutuskan untuk tetap melanjutkan demonstrasi. Mereka menilai kesepakatan tersebut belum mengakhiri pendudukan dan penderitaan rakyat Palestina.
Polisi pun tetap berjaga ketat di sekitar stadion dengan petugas berkuda dan perlengkapan antihuru-hara untuk mengantisipasi bentrokan lebih lanjut. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
