
Ilustrasi Atlet gymnastic Israel. (Jewish Telegraphic Agency)
JawaPos.com - Federasi Senam Israel (Israel Gymnastics Federation) menyatakan akan mengajukan banding, atas keputusan Indonesia menolak visa bagi atlet mereka untuk mengikuti World Artistic Gymnastics Championship yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 19 Oktober mendatang.
Pihak Israel menyebut langkah Indonesia sebagai keputusan yang 'keterlaluan' dan mengancam integritas olahraga internasional.
Keputusan penolakan visa ini diumumkan oleh pemerintah Indonesia pada Jumat (10/10) lalu, di tengah gelombang kecaman publik terhadap operasi militer Israel di Gaza yang menewaskan puluhan ribu warga sipil.
Akibat keputusan itu, para atlet Israel, termasuk peraih medali emas Olimpiade Artem Dolgopyat, dipastikan tidak dapat berlaga di kejuaraan dunia tersebut.
Dalam pernyataan tertulis yang dikirim melalui email pada Sabtu malam, Federasi Senam Israel menyebut keputusan Indonesia keterlaluan dan sangat mengganggu integritas olahraga internasional.
“Kami telah mengajukan banding mendesak ke Court of Arbitration for Sport (CAS), meminta izin agar para atlet Israel tetap dapat berpartisipasi dalam kompetisi tersebut,” tulis pernyataan resmi itu.
Indonesia, yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, menyebut keputusan itu diambil setelah mempertimbangkan keberatan dari sejumlah kelompok masyarakat, termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta pemerintah daerah DKI Jakarta selaku tuan rumah ajang tersebut.
Penolakan itu mencerminkan posisi konsisten Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina.
Konflik yang telah berlangsung dua tahun terakhir menimbulkan kemarahan luas di Indonesia, negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia.
Di sisi lain, gencatan senjata antara Hamas dan Israel yang ditengahi Amerika Serikat tampak masih bertahan pada Sabtu.
Presiden AS Donald Trump dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak di Mesir pada Senin mendatang untuk membahas langkah menuju perdamaian permanen antara Israel dan Palestina.
Perang tersebut bermula pada 7 Oktober 2023, ketika kelompok bersenjata Hamas melancarkan serangan ke wilayah selatan Israel yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya.
Serangan balasan Israel sejak itu telah menewaskan lebih dari 67.000 orang di Gaza, sebagian besar warga sipil, menurut otoritas setempat.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
