Logo JawaPos
Author avatar - Image
14 Oktober 2025, 17.27 WIB

Netanyahu Tolak Hadiri KTT Gaza yang Dikoordinasi Trump dan Sisi, Berdalih Hari Raya Yahudi

Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu duduk bersama di dalam mobil setelah upacara penyambutan di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, 13 Oktober 2025. (AP Photo/Ariel Schalit). - Image

Presiden Donald Trump dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu duduk bersama di dalam mobil setelah upacara penyambutan di Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv, 13 Oktober 2025. (AP Photo/Ariel Schalit).

JawaPos.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolak undangan menghadiri KTT internasional di Sharm el-Sheikh, Mesir, pada Senin (13/10) yang bertujuan membahas masa depan Gaza dan rencana perdamaian kawasan. 

Padahal, undangan tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah keduanya melakukan perjalanan bersama dari Bandara Ben Gurion menuju Knesset, Yerusalem.

KTT itu dipimpin bersama oleh Trump dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi, dengan kehadiran sekitar 30 pemimpin dunia, termasuk Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Palestina Mahmoud Abbas, serta Presiden Indonesia Prabowo Subianto. 

Namun Netanyahu memilih untuk tidak hadir dengan alasan hari raya Yahudi Simchat Torah, yang berlangsung sejak Senin petang hingga Selasa malam.

“Perdana Menteri berterima kasih kepada Presiden Trump atas undangannya dan atas upayanya memperluas lingkaran perdamaian—perdamaian melalui kekuatan,” tulis kantor Netanyahu dalam pernyataan resminya mengutip Times of Israel.

Sementara itu, menurut laporan Axios, gagasan agar Netanyahu hadir di KTT itu muncul spontan di dalam mobil ketika Trump dan Netanyahu dalam perjalanan menuju Knesset. Trump kemudian menelepon Sisi, meminta agar Mesir secara resmi mengundang sang perdana menteri Israel.

Namun menariknya, Sisi sebelumnya enggan berkomunikasi langsung dengan Netanyahu selama konflik Gaza berlangsung, mencerminkan tegangnya hubungan antara Kairo dan Yerusalem.

Trump bahkan mengaku kepada wartawan bahwa dirinya tidak mengerti mengapa Netanyahu belum diundang sebelumnya. 

“Mesir yang memegang kendali undangan,” ujar Trump kepada wartawan dalam penerbangannya menuju Israel, Minggu (12/10) malam.

Meski alasan resmi yang disampaikan adalah penghormatan terhadap hari raya Yahudi, sejumlah media Israel melaporkan bahwa keputusan Netanyahu juga dipengaruhi pertimbangan politik dalam negeri.

Kanal publik Kan menyebut Netanyahu khawatir langkahnya bepergian pada hari suci bisa memicu konflik dalam koalisi pemerintahan yang didukung partai-partai ultra-Ortodoks. Meski demikian, Partai United Torah Judaism membantah adanya tekanan atau ancaman politik dalam keputusan tersebut.

Sebagai informasi, KTT Sharm el-Sheikh ini disebut sebagai momen penting dalam upaya mengakhiri perang Gaza dan mendukung fase kedua dari rencana perdamaian Trump, yang berfokus pada pelucutan senjata Hamas dan pembentukan pemerintahan baru di Jalur Gaza.

Kairo menegaskan bahwa pertemuan ini ditujukan untuk memperkuat komitmen terhadap kesepakatan gencatan senjata Gaza.

Di sisi lain, partisipasi Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga menarik perhatian. Awalnya, otoritas Palestina dikabarkan tidak akan hadir karena Israel menolak memberi peran kepada Otoritas Palestina di Gaza pascaperang. Namun pada Minggu malam, pejabat Palestina mengonfirmasi bahwa Abbas akan tetap hadir di KTT tersebut.

Sementara itu, sumber diplomatik membenarkan laporan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto dijadwalkan mengunjungi Israel pada Selasa (14/10), menandai langkah diplomatik penting di tengah upaya rekonsiliasi regional.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore