Ilustrasi perbatasan Rafah menuju Gaza, Palestina. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Harapan baru muncul bagi warga Gaza setelah perbatasan Rafah antara Mesir dan Jalur Gaza dijadwalkan kembali dibuka pada Kamis (17/10) hari ini.
Dua sumber diplomatik mengatakan kepada Reuters bahwa misi Uni Eropa (EUBam) siap dikerahkan untuk memantau proses pembukaan kembali gerbang tersebut, langkah penting setelah berbulan-bulan tertutup akibat konflik yang melumpuhkan wilayah itu.
Pembukaan kembali Rafah menjadi momentum krusial, karena ratusan truk bantuan kemanusiaan telah menumpuk di sisi Mesir, membawa pasokan makanan, obat-obatan, dan bahan bakar bagi lebih dari dua juta penduduk Gaza yang kini hidup dalam kondisi genting.
“Kebutuhan masyarakat Gaza sangat besar. Orang-orang punya harapan, tapi kami belum melihat perubahan berarti di lapangan. Banyak jalan masih tertutup puing-puing, rumah hancur, dan bom yang belum meledak di mana-mana," ujar Amjad al-Shawa, Direktur Jaringan LSM Palestina di Gaza City.
Sementara itu, mengutip Guardian, menurut Bulan Sabit Merah Mesir, sedikitnya 400 truk bantuan telah berangkat menuju perbatasan pada Rabu sore. Namun, belum jelas berapa lama proses pemeriksaan keamanan dan formalitas di perbatasan akan memakan waktu sebelum truk-truk itu benar-benar masuk ke wilayah Gaza.
Lembaga kemanusiaan berharap pembukaan kembali Rafah akan memperlancar distribusi bantuan, terutama ke wilayah utara Gaza, tempat lebih dari 300 ribu pengungsi telah kembali dalam beberapa hari terakhir.
Sebagai informasi, gerbang Rafah ditutup sejak Mei 2024, ketika pasukan Israel mengambil alih kontrol wilayah tersebut. Israel sempat menunda pembukaan kembali gerbang pada awal pekan ini setelah menuduh Hamas tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata, khususnya terkait keterlambatan pengembalian jenazah sandera.
Namun, setelah Hamas menyerahkan tiga jenazah tambahan kepada Palang Merah, Israel dilaporkan bersedia membuka kembali Rafah dan mengizinkan masuknya alat berat untuk memperbaiki infrastruktur yang rusak.
Stasiun penyiaran publik Israel, Kan, menyebut bahwa warga Palestina yang sempat mengungsi keluar Gaza juga akan diizinkan kembali masuk, sementara sebagian lainnya dapat meninggalkan wilayah itu dengan persetujuan keamanan Israel.
Meski gencatan senjata telah berlaku lebih dari sepekan, situasi di Gaza masih sangat kritis. Menurut Tess Ingram dari UNICEF, hanya tujuh dari 45 klinik gizi yang masih beroperasi di selatan Gaza.
“Kami mendengar kabar bahwa hari Minggu akan jadi awal peningkatan besar bantuan, tapi kenyataannya sangat berbeda dengan kebutuhan di lapangan. Banyak warga tidak tahu kapan mereka akan mendapatkan air atau makanan berikutnya,” ujarnya.
Rafah sendiri menjadi satu-satunya jalur keluar-masuk Gaza dari Mesir. Sepanjang konflik dua tahun terakhir, Israel kerap menahan bantuan kemanusiaan, memicu tuduhan bahwa kelaparan digunakan sebagai alat perang. Famine (kelaparan massal) bahkan telah dinyatakan di beberapa bagian Gaza pada Agustus lalu.
Uni Eropa juga telah menyatakan kesiapan untuk mengaktifkan kembali misi EUBam Rafah, yang sebelumnya dibentuk untuk membantu pengawasan di perbatasan. Namun pelaksanaannya masih bergantung pada situasi keamanan di lapangan dan kesepakatan semua pihak terkait.
Meskipun pembukaan Rafah menandai langkah maju penting, tantangan besar tetap menanti, termasuk bagaimana Gaza akan dikelola pascaperang dan siapa yang akan memimpin kekuatan stabilisasi internasional di wilayah itu.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
