Logo JawaPos
Author avatar - Image
16 Oktober 2025, 20.51 WIB

Jejak Koloni Hukuman Inggris di Australia: Dari Pengangkutan Narapidana hingga Lahirnya Fremantle Prison

Pemandangan dekat Woolwich di Kent, menunjukkan pekerjaan dari para narapidana. (National Museum Australia) - Image

Pemandangan dekat Woolwich di Kent, menunjukkan pekerjaan dari para narapidana. (National Museum Australia)

JawaPos.com - Sejarah kelam sekaligus monumental mewarnai masa awal kolonisasi Australia. Menurut The Australian National University, antara tahun 1788 hingga 1852 sekitar 150.000 narapidana diangkut dari Inggris ke Australia Timur, terutama ke New South Wales dan Tasmania yang saat itu ditetapkan sebagai koloni hukuman. Dari jumlah tersebut, sekitar 25.000 merupakan perempuan.

Ketika pengangkutan ke koloni-koloni timur mulai berakhir, pemerintah Inggris kemudian mencari wilayah baru untuk melanjutkan sistem tersebut. Maka pada tahun 1850, pengiriman narapidana dialihkan ke Australia Barat, dan berlangsung hingga tahun 1868, dengan sekitar 10.000 narapidana dikirim ke wilayah ini.

Awal Mula Koloni Bebas dan Kebutuhan Akan Tenaga Kerja

Dilansir dari situs resmi Fremantle Prison, permukiman Swan River di Australia Barat awalnya didirikan sebagai koloni bebas pada 1829. Namun, perkembangan wilayah tersebut berjalan sangat lambat akibat kondisi alam yang keras dan tanah yang tidak ramah bagi pertanian.

Banyak pendatang yang sebelumnya tergiur oleh laporan optimis Kapten James Stirling mengenai kesuburan tanah, akhirnya pergi dengan kecewa setelah mendapati realitas keras iklim dan lingkungan di sana. Populasi yang kecil menyebabkan kekurangan tenaga kerja, baik terampil maupun tidak terampil, sehingga perlu solusi untuk memperluas pemukiman dan infrastruktur.

Antara tahun 1845 hingga 1847, York Agricultural Society bersama beberapa pedagang mendorong Dewan Legislatif Koloni untuk mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah Inggris agar mengirim narapidana ke Australia Barat. Mereka menilai hal ini sebagai langkah efektif untuk menambah tenaga kerja murah yang dibutuhkan dalam pembangunan jalan, jembatan, pelabuhan, serta infrastruktur penting lainnya.

Sebagai tambahan, sistem “ticket of leave” diperkenalkan untuk narapidana yang mendekati akhir masa hukumannya, serupa dengan sistem pembebasan bersyarat (parole) masa kini, sehingga mereka dapat bekerja di sektor pertanian dan membantu memperluas lahan produktif.

Setelah melalui pertimbangan panjang dan debat di pemerintahan Inggris, akhirnya pada 1 Mei 1849, Order-in-Council disahkan oleh Parlemen Inggris. Aturan tersebut menyatakan bahwa mulai 1 Juni 1849, pemukiman Inggris di Australia Barat resmi menjadi tempat pembuangan bagi narapidana dan pelanggar hukum dari seluruh Britania Raya.

Kapal Pertama dan Lahirnya Fremantle Prison

Kapal pertama yang membawa narapidana tiba di Fremantle pada 1 Juni 1850. Kapal tersebut dipimpin oleh Kapten Edmund Henderson, yang bertanggung jawab atas 75 narapidana, serta sejumlah Pensioner Guards, Warders, dan keluarga mereka. Namun, kedatangan mereka sempat menimbulkan kepanikan karena kapal yang membawa berita resmi tentang pengiriman narapidana tertinggal, sehingga koloni tidak siap menyambut rombongan tersebut.

Untuk sementara, Henderson menempatkan para narapidana di sebuah gudang milik Daniel Scott, Kepala Pelabuhan Fremantle, yang disulap menjadi barak sementara. Namun, kebutuhan akan tempat penahanan permanen menjadi mendesak. Setelah mempertimbangkan beberapa lokasi, Henderson akhirnya memilih sebidang tanah di punggungan batu kapur di atas kota Fremantle, seluas sekitar 36 ha.

Dalam laporannya kepada atasannya di Inggris, Henderson menulis bahwa lokasi tersebut sangat ideal, yaitu tinggi, sehat, tidak jauh dari pelabuhan, dan memiliki sumber batu kapur yang melimpah untuk bahan bangunan. Batu kapur ini kemudian digunakan untuk membangun penjara utama, perumahan petugas, serta berbagai fasilitas pendukung.

Pembangunan Penjara dan Perannya dalam Sejarah

Pekerjaan pembangunan Fremantle Prison dimulai pada 1852, dan pada 1855, sebagian bangunan utama seperti blok sel utama, tembok luar, dan bangunan layanan telah selesai sehingga narapidana dapat dipindahkan ke lokasi tersebut. Keseluruhan kompleks akhirnya rampung pada 1859.

Fasilitas penjara meliputi tembok keliling, Gatehouse, Main Cell Block, rumah sakit, bengkel kerja, serta bangunan layanan yang berfungsi sebagai dapur, rumah roti, dan tempat cuci. Enam rumah megah juga dibangun di sisi barat penjara untuk para pejabat senior, menandai status sosial mereka yang tinggi di masyarakat koloni.

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore