
Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan usai pertemuan terkait perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, AS, Jumat (15/8) waktu setempat. (Reuters)
JawaPos.com - Setelah berhasil membuat gencatan senjata di Gaza, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini bisa fokus mendamaikan Rusia vs Ukraina. Dia meminta Ukraina menghentikan perang dan menjadikan garis pertempuran saat ini sebagai dasar negosiasi damai.
Dilansir dari Anadolu Agency, Senin (20/10), menurut Trump, langkah menghentikan pertempuran akan menjadi prioritas utama. Selanjutnya baru membicarakan lanjutan status wilayah yang disengketakan.
"Mereka sebaiknya berhenti di garis (batas, Red) pertempuran tempat mereka sekarang," ujarnya.
Trump juga menyebut sekitar 78 persen wilayah Donbas telah dikuasai Rusia. Dia menyebut Ukraina dapat bernegosiasi di kemudian hari. Yang utama adalah menghentikan perang.
Trump membantah laporan yang menyebut dirinya mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerahkan seluruh wilayah Donbas kepada Rusia. "Tidak, kami tidak pernah membicarakan itu," katanya.
Dia menegaskan pertemuannya dengan Zelenskyy pada Jumat lalu (17/10) berlangsung hangat dan bersahabat. Wilayah Donbas menjadi pusat konflik sejak 2014.
Saat itu, kelompok separatis yang didukung Rusia memproklamasikan republik sendiri setelah Moskow menganeksasi Krimea. Invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022 kemudian memperluas kendali pasukannya atas sebagian besar kawasan tersebut.
Pernyataan Trump memicu spekulasi baru mengenai arah kebijakan luar negeri AS terhadap perang Ukraina–Rusia di bawah pemerintahannya. Hingga kini, Washington tetap menjadi salah satu pemasok utama bantuan militer bagi Kyiv, meski Trump kerap mengkritik besarnya biaya yang dikeluarkan AS untuk mendukung Ukraina.
Pertemuan di Gedung Putih Jumat lalu diprediksi akan membuat Amerika menyerahkan rudal Tomahawk. Namun, Zelensky pulang dengan tangan hampa. The Guardian menyatakan sebelum pertemuan dengan Zelensky, Trump sempat menelpon Presiden Rusia Vladimir Putin.
Telepon itu berlangsung pada hari Kamis (16/10). Pada momen itu, Putin mengusulkan pertukaran wilayah, yakni Ukraina menyerahkan Donetsk dan Luhansk sebagai imbalan atas penarikan Rusia di Zaporinzhzhia dan Kherzon.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
