Logo JawaPos
Author avatar - Image
21 Oktober 2025, 02.01 WIB

Trump Minta Ukraina Hentikan Perang di Garis Depan, Membagi Dua Wilayah Donbas untuk Hentikan Perang

Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan usai pertemuan terkait perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, AS, Jumat (15/8) waktu setempat. (Reuters) - Image

Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan usai pertemuan terkait perang di Ukraina, di Pangkalan Gabungan Elmendorf-Richardson di Anchorage, Alaska, AS, Jumat (15/8) waktu setempat. (Reuters)

JawaPos.com - Setelah berhasil membuat gencatan senjata di Gaza, Presiden Amerika Serikat Donald Trump kini bisa fokus mendamaikan Rusia vs Ukraina. Dia meminta Ukraina menghentikan perang dan menjadikan garis pertempuran saat ini sebagai dasar negosiasi damai.

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin (20/10), menurut Trump, langkah menghentikan pertempuran akan menjadi prioritas utama. Selanjutnya baru membicarakan lanjutan status wilayah yang disengketakan.

"Mereka sebaiknya berhenti di garis (batas, Red) pertempuran tempat mereka sekarang," ujarnya.

Trump juga menyebut sekitar 78 persen wilayah Donbas telah dikuasai Rusia. Dia menyebut Ukraina dapat bernegosiasi di kemudian hari. Yang utama adalah menghentikan perang.

Trump membantah laporan yang menyebut dirinya mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyerahkan seluruh wilayah Donbas kepada Rusia. "Tidak, kami tidak pernah membicarakan itu," katanya.

Dia menegaskan pertemuannya dengan Zelenskyy pada Jumat lalu (17/10) berlangsung hangat dan bersahabat. Wilayah Donbas menjadi pusat konflik sejak 2014.

Saat itu, kelompok separatis yang didukung Rusia memproklamasikan republik sendiri setelah Moskow menganeksasi Krimea. Invasi besar-besaran Rusia pada Februari 2022 kemudian memperluas kendali pasukannya atas sebagian besar kawasan tersebut.

Pernyataan Trump memicu spekulasi baru mengenai arah kebijakan luar negeri AS terhadap perang Ukraina–Rusia di bawah pemerintahannya. Hingga kini, Washington tetap menjadi salah satu pemasok utama bantuan militer bagi Kyiv, meski Trump kerap mengkritik besarnya biaya yang dikeluarkan AS untuk mendukung Ukraina.

Pertemuan di Gedung Putih Jumat lalu diprediksi akan membuat Amerika menyerahkan rudal Tomahawk. Namun, Zelensky pulang dengan tangan hampa. The Guardian menyatakan sebelum pertemuan dengan Zelensky, Trump sempat menelpon Presiden Rusia Vladimir Putin.

Telepon itu berlangsung pada hari Kamis (16/10). Pada momen itu, Putin mengusulkan pertukaran wilayah, yakni Ukraina menyerahkan Donetsk dan Luhansk sebagai imbalan atas penarikan Rusia di Zaporinzhzhia dan Kherzon.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore