Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Oktober 2025, 20.19 WIB

WWF Dorong Pembangunan Infrastruktur Ramah Alam di Kawasan Asia

Sekelompok gajah melintasi jalan raya di wilayah hutan India bagian selatan. (WWF India) - Image

Sekelompok gajah melintasi jalan raya di wilayah hutan India bagian selatan. (WWF India)

JawaPos.com - World Wide Fund for Nature (WWF) memperkuat komitmennya dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik melalui berbagai inisiatif, termasuk integrasi solusi berbasis alam dalam perencanaan infrastruktur dan pelestarian keanekaragaman hayati.

Dilansir dari laman resmi World Wildlife Fund, WWF meluncurkan Sustainable Infrastructure Programme in Asia (SIPA) yang berfokus di Indonesia dan Filipina. Program ini bekerja sama dengan Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) untuk membantu pemerintah daerah memasukkan prinsip Nature-based Solutions (NbS) ke dalam perencanaan pembangunan, termasuk proyek transportasi, energi, dan tata ruang.

Menurut World Wildlife Fund, integrasi solusi berbasis alam ini diharapkan dapat mengurangi risiko lingkungan yang muncul akibat pembangunan masif di kawasan Asia. Melalui SIPA, WWF juga melakukan pemetaan ekosistem dan jasa lingkungan seperti mitigasi banjir, retensi sedimen, dan pengisian air tanah. Data tersebut digunakan untuk membantu perencana dan pembuat kebijakan dalam mengambil keputusan yang ramah lingkungan.

Masih dari sumber yang sama, WWF mengembangkan portal pemetaan interaktif yang dapat diakses oleh pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun regional. Portal ini memungkinkan pengunduhan data serta metode analisis yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berbasis bukti ilmiah.

Selain SIPA, dilansir dari laman WWF India, WWF juga menjalankan program Asia’s Linear Infrastructure Safeguarding Nature (ALIGN) yang beroperasi di India, Mongolia, dan Nepal. Program ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembangunan infrastruktur linear seperti jalan raya, rel kereta, dan saluran listrik tidak merusak habitat alami.

Dalam pelaksanaannya, ALIGN melibatkan kerja sama erat antara WWF dan pemerintah setempat untuk memperbarui kebijakan serta meningkatkan kapasitas teknis para perencana dan insinyur. WWF India juga menggelar lokakarya dan kursus pelatihan agar para profesional infrastruktur memahami pentingnya mempertimbangkan keanekaragaman hayati dalam setiap proyek pembangunan.

Sementara itu, menurut laman WWF Singapore, keberadaan WWF di Asia-Pasifik terus diperluas sejak kantor pertama dibuka pada tahun 2006. Kini WWF telah beroperasi di lebih dari 20 negara di kawasan tersebut, termasuk Indonesia, Malaysia, Thailand, dan China. WWF Singapore berfokus pada edukasi publik, kampanye kesadaran lingkungan, serta kerja sama dengan sektor swasta untuk mendorong praktik bisnis yang lebih berkelanjutan.

Sebagaimana dilansir dari laman WWF Asia-Pacific, WWF kawasan Asia-Pasifik menegaskan misinya untuk menciptakan dunia di mana manusia dan alam dapat hidup berdampingan. Organisasi ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas negara dan lintas sektor, karena tantangan lingkungan seperti perubahan iklim, deforestasi, dan kehilangan keanekaragaman hayati tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja.

WWF menilai kawasan Asia menjadi titik kritis karena pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang pesat kerap menekan sumber daya alam. Dengan pendekatan berbasis ilmiah, WWF berharap dapat menyeimbangkan kebutuhan pembangunan dengan konservasi lingkungan.

“Pembangunan tidak harus berarti menghancurkan alam. Justru dengan memanfaatkan kekuatan alam, kita bisa menciptakan infrastruktur yang tangguh dan mendukung keberlanjutan jangka panjang,” demikian pernyataan WWF yang dikutip dari situs resminya

Melalui inisiatif seperti SIPA dan ALIGN, WWF berupaya menunjukkan bahwa pembangunan yang berpihak pada alam bukanlah hambatan, melainkan investasi bagi masa depan. Program ini menjadi bukti nyata bahwa solusi berbasis alam mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan masyarakat, dan kelestarian lingkungan di Asia. (*)

Editor: Siti Nur Qasanah
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore