Bantuan kemanusiaan semakin dibutuhkan warga Gaza, Palestina. (Al-Jazeera).
JawaPos.com - Genjatan senjata antara Israel dan Palestina belum banyak berarti. Berdasarkan laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sejak genjatan senjata 11 Oktober terdapat 89 orang tewas. Krisis kemanusiaan di Gaza masih belum berakhir.
Sesuai laporan WHO pada Kamis (23/10), sebanyak 89 orang tewas dan 317 lainnya terluka sejak gencatan senjata di Gaza diberlakukan pada 11 Oktober.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Gaza masih jauh dan belum berakhir. Kebutuhan medis, pangan, dan bantuan kemanusiaan bagi penduduk di wilayah tersebut masih sangat besar.
Dia mengatakan 41 satu organisasi bantuan menuduh Israel 'sewenang-wenang' menolak pengiriman bantuan ke Gaza yang dilanda kelaparan.
Krisis kelaparan di Gaza tetap "katastropik" dua minggu setelah gencatan senjata berlaku, badan kesehatan PBB telah memperingatkan. Kelompok-kelompok bantuan internasional menuntut Israel untuk berhenti memblokir pengiriman kemanusiaan. "Persediaan yang masuk ke wilayah kantong terkepung tidak memenuhi kebutuhan gizi penduduk yang tinggal di sana," urainya.
Tedros mengatakan bahwa pasokan ke Gaza masih jauh dari target hariannya sebesar 2.000 ton. Sebab, hanya dua penyeberangan ke wilayah Palestina yang dibuka.
"Situasinya masih sangat buruk karena apa yang masuk tidak cukup," ujar Tedros Adhanom, lalu menambahkan bahwa "kelaparan tidak berkurang karena tidak ada cukup makanan."
Setidaknya seperempat penduduk Gaza, termasuk 11.500 ibu hamil, sedang kelaparan, PBB memperingatkan pada hari Rabu, dengan mengatakan bahwa dampak malnutrisi akan berdampak "berkelanjutan" di Gaza. Tujuh puluh persen bayi baru lahir prematur atau kekurangan berat badan, dibandingkan dengan 20 persen sebelum Oktober 2023, ujar Andrew Saberton, Wakil Direktur Eksekutif Dana Kependudukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNFPA), pada hari Rabu.
“Malnutrisi akan berdampak lintas generasi, bukan pada ibu, tetapi pada bayi baru lahir, yang kemungkinan besar akan mengakibatkan perawatan yang semakin lama dan masalah sepanjang hidup bayi,” terang Andrew.
Kelaparan diumumkan di Kota Gaza dan sekitarnya pada bulan Agustus, dengan Klasifikasi Fase Keamanan Pangan Terpadu (IPC) menyatakan pada saat itu bahwa lebih dari 500.000 orang di Jalur Gaza menghadapi “kondisi bencana.”
Gencatan senjata yang ditengahi AS mulai berlaku pada 10 Oktober. Sebagai bagian dari perjanjian gencatan senjata, pengiriman bantuan kemanusiaan akan ditingkatkan, dengan PBB menargetkan sekitar 2.000 ton bantuan yang masuk setiap hari. Namun, hanya sekitar 750 metrik ton makanan yang masuk ke Jalur Gaza setiap hari, WFP mengumumkan pada hari Selasa, karena hanya dua dari penyeberangan yang dikontrol Israel ke Gaza yang beroperasi di Karem Abu Salem di selatan dan al-Karara di tengah (masing-masing disebut Kerem Shalom dan Kissufim di Israel).
Nisreen, seorang perempuan Palestina, memegang tangan putranya, Majd Salem, bayi Palestina berusia enam bulan yang kekurangan gizi. Berat badannya 3,5 kg saat lahir dan hanya bertambah 300 gram dalam enam bulan, di Rumah Sakit Kamal Adwan di Jalur Gaza utara, 9 Mei 2024.
“Situasi di Jalur Gaza masih sangat buruk, bahkan dua minggu setelah gencatan senjata dimulai,” ujar Bahaa Zaqout, direktur hubungan eksternal di LSM Palestina PARC.
Zaqout mencontohkan biskuit, cokelat, dan soda yang diizinkan masuk dengan truk komersial, sementara barang-barang seperti biji-bijian dan zaitun tetap dibatasi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
