
Universitas Oxford, yang telah berdiri sejak tahun 1096, dikenal luas karena sistem tutorial tradisionalnya dan reputasi akademik yang telah terjaga selama berabad-abad. (theoxfordmagazine.com)
JawaPos.com - Universitas Oxford di Inggris dikenal sebagai universitas tertua di dunia berbahasa Inggris yang masih aktif hingga kini. Berdasarkan catatan resmi dari situs University of Oxford, kegiatan pengajaran di Oxford sudah berlangsung sejak tahun 1096, menjadikannya institusi pendidikan dengan sejarah lebih dari sembilan abad.
“Oxford adalah institusi unik dan bersejarah,” tulis laman tersebut, menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan tinggi modern.
Perkembangan Oxford semakin pesat setelah Raja Henry II pada tahun 1167 melarang mahasiswa Inggris belajar di Universitas Paris. Larangan ini mendorong banyak pelajar kembali ke Inggris dan memilih Oxford sebagai tempat belajar.
Sejak saat itu, Oxford tumbuh menjadi pusat pembelajaran yang dihormati di Eropa. Pada tahun 1355, Raja Edward III bahkan memberikan penghargaan atas kontribusi Oxford terhadap ilmu pengetahuan dan negara.
Menurut Times Higher Education, Oxford kini terdiri dari 44 kolese dan lebih dari 100 perpustakaan, menjadikannya sistem perpustakaan terbesar di Inggris. Universitas ini juga memiliki lebih dari 22.000 mahasiswa, dengan lebih dari 40 persen berasal dari luar negeri, mencerminkan karakter internasional yang kuat.
Salah satu fakta menarik yang diungkap oleh Smithsonian Magazine adalah bahwa Universitas Oxford lebih tua dari Kekaisaran Aztek. “
Oxford sudah mengajar sebelum Aztek membangun kekaisarannya,” tulis artikel tersebut, menyoroti betapa panjangnya sejarah universitas ini dalam konteks global.
Oxford juga dikenal sebagai tempat lahirnya banyak tokoh besar dunia. Alumni universitas ini mencakup 26 pemenang Nobel, lebih dari 30 pemimpin dunia termasuk Bill Clinton dan Indira Gandhi, serta tokoh-tokoh budaya seperti Oscar Wilde dan Stephen Hawking.
“Jaringan alumni Oxford mencerminkan pengaruh globalnya dalam berbagai bidang,” tulis Times Higher Education.
Sistem pengajaran di Oxford juga unik. Mahasiswa belajar dalam kelompok kecil melalui sistem tutorial yang memungkinkan diskusi mendalam dengan dosen. Metode ini telah terbukti efektif dalam membentuk pemikiran kritis dan mandiri.
“Kami percaya bahwa dialog langsung adalah cara terbaik untuk membentuk pemikiran,” ujar salah satu pengajar Oxford.
Dalam sejarahnya, Oxford juga menjadi pusat perdebatan intelektual dan politik. Dari peranannya dalam reformasi gereja hingga keterlibatannya dalam Perang Saudara Inggris, universitas ini tidak pernah lepas dari dinamika sosial dan politik. Tokoh seperti John Wyclif dan John Locke adalah contoh bagaimana Oxford menjadi tempat lahirnya pemikiran revolusioner.
Perempuan baru diizinkan menjadi anggota penuh universitas pada tahun 1920, dan sejak 2008, semua kolese di Oxford telah menerima mahasiswa dari semua gender. Ini menunjukkan bagaimana Oxford terus berkembang dan menyesuaikan diri dengan nilai-nilai kesetaraan dan inklusivitas.
Di era modern, Oxford tetap menjadi pusat riset global. Universitas ini memainkan peran penting dalam pengembangan vaksin COVID-19 bersama AstraZeneca. Hingga awal 2022, lebih dari 2,6 miliar dosis vaksin telah didistribusikan ke lebih dari 180 negara, menyelamatkan jutaan nyawa di seluruh dunia.
Dengan warisan sejarah yang kuat dan kontribusi nyata terhadap ilmu pengetahuan, Universitas Oxford tidak hanya menjadi simbol pendidikan tinggi, tetapi juga mercusuar peradaban. Keberhasilannya mempertahankan relevansi selama berabad-abad menjadi bukti bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
