
Logo baru Nokia terpampang menjelang ajang Mobile World Congress (MWC) di Barcelona, Spanyol. (Reuters)
JawaPos.com — Saham Nokia Oyj melonjak hampir 21 persen setelah Nvidia Corporation mengumumkan rencana membeli sekitar 2,9 persen saham perusahaan asal Finlandia itu senilai USD 1 miliar, atau sekitar Rp16,58 triliun (dengan kurs Rp16.580 per dolar AS).
Investasi besar ini menandai kemitraan strategis dua raksasa teknologi dalam mengembangkan jaringan berbasis kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur komunikasi generasi berikutnya.
Dilansir dari Reuters, Rabu (29/10/2025), Nokia menyatakan bahwa Nvidia akan berpartisipasi melalui penerbitan 166.389.351 lembar saham baru dengan harga USD 6,01 per saham. Investasi ini membuat Nvidia menjadi salah satu pemegang saham terbesar di Nokia dan memperkuat posisi perusahaan Amerika Serikat itu dalam rantai pasok teknologi global.
Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada investasi modal. Kedua perusahaan akan bekerja sama mengembangkan solusi jaringan berbasis AI serta mengintegrasikan teknologi komunikasi pusat data Nokia ke dalam infrastruktur AI Nvidia.
“Langkah ini adalah upaya mempercepat pengembangan perangkat lunak jaringan 5G dan 6G Nokia yang akan berjalan di atas arsitektur Nvidia,” tulis Nokia dalam pernyataannya.
Sejalan dengan visi tersebut, CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan bahwa kemitraan ini akan membantu menjadikan Amerika Serikat sebagai pusat revolusi teknologi komunikasi masa depan.
“Terima kasih telah membantu membawa kembali teknologi telekomunikasi ke Amerika Serikat,” ujar Huang dalam pidatonya di Washington. Dia menilai integrasi antara komputasi percepatan Nvidia dan inovasi jaringan Nokia menjadi langkah penting menuju era 6G global.
Sementara itu, CEO Nokia, Justin Hotard, menilai kolaborasi ini merupakan tonggak penting bagi transformasi perusahaannya. “Yang terpenting adalah bagaimana teknologi Amerika dari Nvidia menjadi fondasi kemampuan inti yang kini dirancang khusus untuk perangkat mobile,” ujarnya kepada Reuters.
Hotard memperkirakan perangkat baru hasil kerja sama tersebut mulai berkontribusi terhadap pendapatan Nokia pada 2027, dimulai dengan 5G dan kemudian 6G.
Analis dari PP Foresight, Paolo Pescatore, menyebut kemitraan ini sebagai “dukungan kuat terhadap kemampuan dan arah baru Nokia.” Dia menilai jaringan generasi berikutnya seperti 6G akan berperan penting dalam menghadirkan pengalaman baru berbasis kecerdasan buatan. Pasca pengumuman, saham Nokia ditutup menguat 20,86 persen, menyentuh level tertinggi sejak Januari 2016.
Latar belakang langkah ini tidak terlepas dari proyeksi belanja modal global untuk infrastruktur pusat data yang diperkirakan melebihi USD 1,7 triliun hingga 2030. Peningkatan tersebut sebagian besar dipicu oleh ekspansi teknologi AI. Nvidia saat ini hampir memonopoli pasokan chip untuk pusat data dan telah bermitra dengan berbagai perusahaan besar, termasuk OpenAI dan Microsoft Corporation.
Sejak bergabung dengan Nokia pada April lalu, Hotard, yang sebelumnya memimpin divisi pusat data dan AI di Intel, telah memfokuskan strategi pada ekspansi bisnis pusat data dan solusi berbasis AI. “Saya mengagumi kecepatan Nvidia bergerak. Itulah laju yang juga saya inginkan untuk Nokia,” ungkapnya.
Kemitraan Nvidia–Nokia bukan sekadar kerja sama bisnis, melainkan simbol perubahan besar arah industri teknologi global. Sinergi antara kekuatan chip Nvidia dan keahlian jaringan Nokia mencerminkan transformasi strategis menuju era konektivitas cerdas berbasis AI dan 6G, sebuah babak baru dalam peta kekuatan ekonomi digital dunia. (*)
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
