Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 November 2025, 06.22 WIB

Topan Kalmaegi Terjang Filipina, 26 Orang Dinyatakan Tewas dan Sebuah Helikopter Angkatan Udara Dinyatakan Hilang

Ratusan kendaraan terapung akibat badai dan banjir di Filipina (Dok. The Associated Press) - Image

Ratusan kendaraan terapung akibat badai dan banjir di Filipina (Dok. The Associated Press)

JawaPos.com - Topan Kalmaegi atau yang disebut Tino oleh masyarakat lokal Filipina telah mendarat dua kali sejak Selasa dini hari di wilayah Visayas. Menurut Geophysical and Astronomical Services Administration (Pagasa) sebagaimana dilansir dari Philippine Atmospheric, terdapat delapan daerah yang berada di bawah Peringatan Angin Topan Tropis Nomor 4. Pendaratan Topan Kalmaegi yang pertama terjadi pada tengah malam di Kota Silago, Leyte. Pendaratan keduanya terjadi pada pukul 05.10 WIB di Borbon, Cebu.

Kalmaegi terakhir terlihat di perairan pesisir kota Jordan di provinsi Guimaras tengah dengan kecepatan angin berkelanjutan 130 kph (81 mph) dan hembusan hingga 180 kph (112 mph). Badai diperkirakan akan bergerak ke Laut Cina Selatan pada Selasa malam atau Rabu dini hari setelah menghantam provinsi Palawan barat.

Meskipun badai telah melemah sejak mendarat di daratan pada Selasa dini hari, badai tersebut terus menerjang negara dengan kecepatan angin berkelanjutan 87 mph dan hembusan angin hingga 121 mph. 

Mengutip dari Skynews, disebutkan bahwa Topan Kalmaegi telah menewaskan setidaknya 26 orang di Filipina, sebagian besar akibat banjir yang dipicu oleh badai tersebut. Banjir mulai melanda bagian tengah negara itu pada Selasa (04/11/2025). Menurut pejabat tanggap bencana, Air banjir menjebak puluhan orang di atap rumah mereka dan menenggelamkan mobil-mobil.

Sebuah helikopter Angkatan Udara Filipina dengan lima awak di dalamnya jatuh dalam sebuah insiden dan terpisah di provinsi Agusan del Sur bagian selatan saat terbang untuk membantu memberikan bantuan kemanusiaan kepada provinsi-provinsi yang dilanda Kalmaegi.

Komando Timur Mindanao Angkatan Bersenjata Filipina dalam sebuah pernyataan mengatakan helikopter Super Huey tersebut jatuh di dekat kota Loreto, dan saat ini sedang dilakukan upaya untuk menemukan personel Angkatan Udara yang berada di dalamnya.

Pejabat militer tidak memberikan rincian lain tentang kecelakaan tersebut, termasuk kondisi lima personel Angkatan Udara yang berada di dalamnya dan apa yang mungkin menjadi penyebab kecelakaan.

Bernardo Rafaelito Alejandro IV, wakil administrator Kantor Pertahanan Sipil, mengatakan bahwa setidaknya 26 orang dilaporkan tewas, dan banyak di antaranya tewas akibat banjir di provinsi Cebu dan provinsi pulau tengah lainnya yang dihantam Kalmaegi. 

Mengutip dari The Associated Press, Gwendolyn Pang sebagai Sekretaris Jenderal Palang Merah Filipina, mengatakan bahwa sejumlah warga terjebak di atap rumah mereka akibat banjir di kota pesisir Liloan di Cebu, dan menambahkan bahwa mobil-mobil terendam banjir atau terapung di komunitas lain di Cebu.

"Kami menerima begitu banyak panggilan dari orang-orang yang meminta kami menyelamatkan mereka dari atap dan rumah mereka, tetapi itu tidak mungkin. Ada begitu banyak puing-puing, Anda melihat mobil-mobil mengapung, jadi kami harus menunggu banjir surut," kata Pang, Selasa pagi. 

Provinsi Cebu masih dalam proses pemulihan dari gempa bumi berkekuatan 6,9 magnitudo pada 30 September yang menewaskan setidaknya 79 orang dan mengungsi ribuan orang akibat rumah-rumah yang runtuh atau rusak parah.

Di Eastern Samar, yang merupakan salah satu provinsi timur tengah yang pertama kali dihantam Kalmaegi pada Selasa pagi, disebut bahwa angin kencang merusak sekitar 300 gubuk pedesaan di pulau Homonhon, tetapi tidak ada laporan korban tewas atau luka-luka, ucap Wali Kota Annaliza Gonzales Kwan.

"Tidak ada banjir sama sekali, hanya angin kencang. Kami baik-baik saja. Kami akan melewati ini. Kami sudah melalui banyak hal, dan yang lebih besar dari ini," kata Kwan kepada AP melalui telepon. 

Filipina dilanda sekitar 20 topan dan badai setiap tahun. Negara ini juga sering dilanda gempa bumi dan memiliki lebih dari selusin gunung berapi aktif, menjadikannya salah satu negara paling rentan bencana di dunia.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore