Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 November 2025, 16.44 WIB

Lonjakan Serangan Beruang di Jepang, Pemerintah Kerahkan Pasukan dan Tingkatkan Edukasi Keselamatan Warga

Beruang yang terlihat berkeliaran di sekitar jalanan (Dok. Asahi Shimbun)

JawaPos.com - Sejak April, Jepang telah mencatat adanya lebih dari 100 serangan beruang dengan rekor 12 korban jiwa di berbagai wilayah. Dua pertiga dari total kematian terjadi di Prefektur Akita dan Iwate yang berdekatan. Menurut DW, laporan menunjukkan beruang memasuki rumah penduduk dan toko, menyerang wisatawan, hingga terlihat berkeliaran di sekitar sekolah dan taman. Situasi ini membuat warga semakin resah.

"Beruang semakin banyak muncul di daerah-daerah yang dekat dengan permukiman manusia," kata Menteri Lingkungan Hidup Hirotaka Ishihara, dikutip dari Anadolu Ajansi.

Bantuan dari Japan Ground Self-Defense Force (GSDF)

Menurut Reuters, otoritas di Prefektur Akita melaporkan bahwa penampakan beruang naik enam kali lipat tahun ini, mencapai lebih dari 8.000 kasus. Lonjakan ini mendorong gubernur setempat untuk meminta dukungan dari Japan Ground Self-Defense Force (GSDF) pada pekan lalu.

Melansir Japan Wire by Kyodo News, GSDF menandatangani perjanjian dengan pemerintah Prefektur Akita pada Rabu (5/11) untuk membantu penanganan serangan beruang yang meningkat tajam di wilayah tersebut. Dukungan GSDF akan bersifat logistik, termasuk memasang dan mengangkut perangkap kotak. Tapi, pasukan tidak akan menggunakan senjata api untuk membunuh beruang. Bantuan ini juga mencakup pengangkutan pemburu serta membantu penggalian untuk penguburan bangkai beruang. Kerja sama dijadwalkan berlangsung hingga 30 November.

"Kami ingin mendukung kegiatan Self-Defense Forces melalui koordinasi yang erat dengan pemerintah daerah," kata Gubernur Akita, Kenta Suzuki, dikutip dari Japan Wire by Kyodo News.

Komandan Divisi ke-9 GSDF, Yasunori Matsunaga pun menyatakan, "Kami menyadari bahwa kerusakan akibat serangan beruang di Prefektur Akita merupakan masalah serius. Kami akan melanjutkan dukungan berdasarkan kebutuhan agar dapat memberikan bantuan maksimal."

Edukasi Keselamatan

Dilansir dari The Guardian, selain mengerahkan pasukan, pemerintah dan media lokal juga meningkatkan edukasi mengenai langkah-langkah menghindari dan menghadapi pertemuan berbahaya dengan beruang. Para ahli sepakat bahwa bila seseorang berhadapan langsung dengan beruang, menghindari kontak mata, tidak melakukan gerakan mendadak, dan mundur perlahan tanpa membelakangi hewan adalah langkah terbaik. Berlari atau memanjat pohon sangat tidak dianjurkan, sebab kedua hal itu dapat dilakukan beruang dengan kecepatan jauh melampaui manusia.

Jika serangan tampak tidak dapat dihindari, para pakar menyarankan untuk berbaring tengkurap sambil melindungi kepala dan leher. Sebuah studi dari Universitas Akita yang dirilis akhir pekan lalu, setelah meninjau 70 korban serangan beruang di Prefektur Akita, menunjukkan bahwa tujuh orang yang berbaring tengkurap dan menutupi kepala serta lehernya terhindar dari cedera serius.

Langkah pencegahan lainnya termasuk membawa bel atau peluit saat berjalan, melakukan aktivitas secara berkelompok, serta menggunakan semprotan antiberuang, yang disebut sebagai metode paling efektif namun sulit ditemukan di Jepang. Warga juga diimbau untuk menghindari pendakian di waktu-waktu rawan seperti subuh dan petang ketika beruang paling aktif, serta tidak membuang makanan atau sampah sembarangan yang dapat menarik perhatian hewan liar tersebut.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore