Logo JawaPos
Author avatar - Image
08 November 2025, 18.05 WIB

Mengenal Rama Duwaji, Istri Zohran Mamdani dan First Lady Muslim Gen Z NYC yang Artistik serta Peduli Palestina

Zohran Mamdani tampil di panggung bersama istrinya, Rama Duwaji, saat perayaan kemenangan pemilu NYC (Dok. The Independent)

JawaPos.com - New York City memasuki babak baru dengan Rama Duwaji, sosok yang akan menjadi first lady termuda sekaligus perempuan Muslim pertama dalam sejarah kota ini. Di malam pemilu, Selasa (5/11) waktu setempat, Duwaji tampil menonjol di Brooklyn Paramount Theater dengan busana serba hitam yang sederhana namun sarat makna. 

Dilansir dari The New York Times, Sabtu (8/11), penampilannya lebih dari sekadar fashion; ia memproyeksikan identitas, seni, dan komitmen nilai-nilai yang selama ini melekat pada dirinya. Di usia 28 tahun, Duwaji bukan sekadar simbol generasi baru yang memimpin, tetapi juga representasi perpaduan antara perubahan dan kontinuitas. 

Pilihan busananya, atasan hitam karya desainer Palestina-Yordania, Zeid Hijazi, dipadu rok velvet Ulla Johnson dan anting silver spike Eddie Borgo, menunjukkan keseimbangan antara estetika modern, penghormatan pada tradisi, dan identitas kreatif yang kuat, selaras dengan visi suaminya, Zohran Mamdani, yang menyeimbangkan idealisme progresif dengan tanggung jawab institusional.

Namun, peran Duwaji jauh melampaui penampilan. Lahir di Houston, Texas, pada 1997 dan besar di Dubai, ia menempuh pendidikan Bachelor of Arts in Communications di Virginia Commonwealth University (2019) dan melanjutkan Master of Fine Arts di School of Visual Arts New York (2023) dengan fokus ilustrasi visual. 

Kariernya sebagai ilustrator mencakup karya-karyanya yang terpampang di The New Yorker, The Washington Post, Vogue, serta kolaborasi dengan Apple, Spotify, dan Tate Modern. Karya-karyanya kerap menyentuh isu sosial-politik, mulai dari konflik Palestina hingga kebijakan imigrasi Badan Penegakan Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat atau ICE (Immigration and Customs Enforcement) di Amerika Serikat, menunjukkan bagaimana seni dapat menjadi medium aktivisme.

Menurut laporan The Independent, Selama kampanye Mamdani, Duwaji memilih peran yang relatif tenang di balik layar. Namun, Mamdani menegaskan bahwa istrinya adalah sosok yang sangat berprestasi dalam bidangnya: "Rama bukan hanya istriku, ia seorang seniman luar biasa yang pantas dikenal atas prestasinya sendiri." Pernyataan ini menegaskan bahwa pengaruhnya tidak sebatas pendamping politik sang suami, melainkan turut membentuk narasi budaya dan sosial yang lebih luas.

Selain itu, karya seni Duwaji menjadi saluran advokasi yang nyata. Ia membuat animasi tentang krisis di Gaza, Palestina dan ilustrasi mendukung aktivis Mahmoud Khalil yang ditangkap ICE, menyuarakan keadilan sosial dan kebebasan berekspresi. 

Dalam postingannya yang bertajuk 'Art in Times of Crisis', ia menekankan bahwa seni selalu bersifat politis—dari penciptaan, pendanaan, hingga distribusi—menunjukkan integritasnya dalam menggabungkan karier artistik dengan kesadaran politik.

Duwaji dan Mamdani menikah pada Februari 2025 setelah bertemu melalui aplikasi kencan Hinge pada 2021. Hubungan mereka menonjolkan keseimbangan antara kehidupan pribadi dan komitmen publik. 

Di malam kemenangan, Mamdani memberi penghormatan khusus kepada istrinya: "Untuk istriku yang luar biasa, Rama, hayati. Tidak ada orang lain yang lebih pantas berada di sisiku di momen ini, maupun setiap momen berikutnya."

Sebagai informasi, kata "hayati" berasal dari bahasa Arab yang berarti "hidupku" atau "sumber hidupku", panggilan ini digunakan sebagai ungkapan cinta dan kasih sayang. Hal ini menegaskan kedekatan emosional Mamdani dengan Rama Duwaji, sekaligus menempatkannya sebagai figur penting dalam perjalanan pribadinya maupun publik, bukan sekadar pendamping.

Perjalanan dan profil Rama Duwaji di atas menjadi bukti nyata  bahwa menjadi first lady modern bukan sekadar gelar, melainkan perpaduan identitas generasi baru, karya seni, dan aktivisme sosial-politik. 

Sosoknya mencerminkan wajah baru New York City yang inklusif, progresif, dan kreatif, sekaligus memberikan perspektif baru tentang peran pendamping kepala kota yang sarat makna, strategis, dan berpengaruh.

Baca Juga: Elon Musk Selangkah Lagi Jadi Triliuner Pertama Dunia, Tesla Setujui Paket Gaji Fantastis Bernilai 1 Triliun Dolar

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore