Ilustrasi seseorang tersenyum sambil berbicara ke ponsel, menandai pergeseran komunikasi kerja masa depan dari email ke voice notes seperti yang diprediksi bagi Generasi Alpha pada 2030
JawaPos.com - Dunia kerja global tengah bergerak menuju perubahan besar. Penelitian terbaru dari London School of Economics (LSE) bersama perusahaan teknologi Jabra memprediksi bahwa Generasi Alpha, kelompok yang lahir sejak tahun 2010 tidak lagi perlu menulis surat elektronik (email) ketika mulai bekerja sekitar tahun 2030.
Laporan itu mengungkap bahwa penggunaan papan ketik akan berkurang drastis dan digantikan oleh voice notes, yakni pesan suara singkat yang dikirim melalui perangkat digital sebagai pengganti komunikasi tertulis seperti email atau chat.
Para peneliti menyebut, "pesan suara akan membuat keyboard nyaris tidak relevan pada 2030." Artinya, komunikasi profesional di masa depan kemungkinan besar akan berlangsung melalui ucapan, bukan tulisan, sebuah perubahan yang menandai babak baru dalam cara manusia berinteraksi di dunia kerja global.
Melansir Fortune, Senin (10/11/2025), Paul Sephton, Kepala Komunikasi Merek Global Jabra, menjelaskan bahwa integrasi kecerdasan buatan (AI) akan sepenuhnya tertanam dalam sistem kerja ketika Generasi Alpha mulai bekerja.
"Saat Generasi Alpha memasuki dunia kerja, AI akan menjadi bagian penuh dari proses. Interaksi kerja akan dimulai lewat pesan suara sebelum sistem AI mengubahnya menjadi teks tertulis," ujarnya.
Lebih lanjut, Sephton menilai bahwa sistem berbasis voice notes akan menjadi metode utama untuk berkomunikasi dan menyusun dokumen.
"Mereka akan berbicara untuk membuat draf awal, lalu mengetik hanya untuk menyempurnakan. Draf pertama di masa depan akan diucapkan," ujarnya.
Menurut Sephton, berbicara dapat menggantikan mengetik karena lebih cepat, alami, dan sesuai dengan cara manusia berpikir.
Namun, transformasi ini juga menghadirkan tantangan tersendiri. Fabrice Cavarretta, Profesor Manajemen di ESSEC Business School, menekankan bahwa meskipun voice notes mempercepat proses pembuatan draf awal, efisiensi membaca teks tetap sulit tergantikan.
"Membaca teks jauh lebih cepat dibanding mendengarkan audio dan lebih efisien untuk mencari kata kunci. Memindai email tetap lebih unggul dibanding memutar pesan suara," ujarnya.
Dia menambahkan, teknologi voice notes kemungkinan besar akan berfungsi sebagai metode input awal, yang kemudian secara otomatis ditranskripsikan ke teks melalui kecerdasan buatan.
Sementara itu, Bertrand Audrins, Dosen di EHL Hospitality Business School, mengingatkan adanya risiko penurunan akuntabilitas dalam komunikasi berbasis suara.
"Dengan catatan suara, kita kehilangan sebagian unsur dokumentasi permanen yang dimiliki teks tertulis. Jika perlu meninjau keputusan lama beberapa bulan kemudian, jauh lebih sulit menelusuri audio daripada menelusuri email atau dokumen," katanya.
Perubahan ini menandai pergeseran global menuju bentuk interaksi kerja yang lebih luwes. Tidak hanya Generasi Alpha yang akan diuntungkan, melainkan juga generasi sebelumnya yang kini bekerja di era digital. Dengan sistem yang memungkinkan pekerja berbicara langsung ke perangkat, produktivitas dan kreativitas diharapkan meningkat karena ide dapat ditangkap secara spontan tanpa perlu berhenti mengetik.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
