Logo JawaPos
Author avatar - Image
20 November 2025, 22.04 WIB

Meta Menang Gugatan Antitrust Besar di AS, Mark Zuckerberg Tak Perlu Lepas WhatsApp dan Instagram

Logo Meta yang menggambarkan dinamika dan perubahan cepat ekosistem jejaring sosial dalam pusaran evaluasi regulasi pasar digital (Dok. The Guardian)

JawaPos.com - Meta Platforms Inc. meraih kemenangan penting dalam sengketa antitrust besar di Amerika Serikat setelah seorang hakim federal memutuskan bahwa perusahaan tersebut tidak terbukti menjalankan monopoli ilegal dalam pasar jejaring sosial pribadi. 

Putusan ini memastikan Meta tidak diwajibkan melepaskan dua aset strategisnya, WhatsApp dan Instagram, yang selama ini menjadi fondasi pertumbuhannya.

Gugatan Komisi Perdagangan Federal (FTC) menuduh Meta menerapkan strategi ‘beli atau bungkam’ ketika mengakuisisi Instagram pada 2012 dan WhatsApp pada 2014. Menurut FTC, tindakan itu dimaksudkan untuk menyingkirkan pesaing yang mulai berkembang. 

Jika gugatan tersebut dikabulkan, Meta berpotensi dipaksa memisahkan kedua platform itu, sebuah langkah yang membawa implikasi besar terhadap struktur bisnis perusahaan.

Namun, dinamika persaingan yang berubah cepat membuat hakim Distrik AS, James Boasberg, menolak tuduhan tersebut. Dalam putusannya, dia menegaskan bahwa peta kompetisi media sosial kini jauh lebih beragam, terutama dengan munculnya TikTok dan platform video lain sebagai penantang kuat dominasi Meta.

Dilansir dari The Guardian, Rabu (19/11/2025), Boasberg menyatakan dalam putusan tertulisnya, "Apakah Meta pernah memiliki kekuatan monopoli di masa lalu, lembaga ini tetap harus membuktikan bahwa Meta masih memiliki kekuatan tersebut saat ini. Putusan pengadilan hari ini menyimpulkan bahwa FTC tidak berhasil membuktikannya." Kutipan ini menandai penilaian eksplisit bahwa tuduhan FTC tidak selaras dengan kondisi pasar saat ini.

Meta menyambut baik keputusan tersebut. Juru bicara perusahaan menilai putusan ini sebagai pengakuan atas realitas persaingan ketat dalam industri teknologi.

"Keputusan ini menunjukkan bahwa Meta beroperasi dalam lingkungan persaingan yang sangat dinamis. Produk-produk kami terus memberi manfaat bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus mencerminkan inovasi serta pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat," ujar juru bicara Meta dalam pernyataannya.

Di sisi lain, FTC menyatakan kekecewaannya atas hasil tersebut. Regulator berpendapat bahwa Meta tetap mempertahankan dominasi melalui akuisisi yang dianggap menghambat kompetisi. Namun, hakim berpendapat bahwa analisis FTC terlalu berfokus pada 'pesaing lama', sementara kenyataan menunjukkan bahwa bentuk jejaring sosial modern telah berubah secara fundamental.

Mark Zuckerberg, CEO Meta, sebelumnya juga menolak anggapan bahwa akuisisi tersebut bertujuan menghalangi pesaing. Dalam persidangan, dia menegaskan bahwa Instagram dan WhatsApp dibeli karena kualitas teknis dan potensinya yang kuat, bukan karena ingin menghilangkan ancaman kompetitif.

Tak hanya itu, Boasberg juga menyinggung perubahan pasar digital dengan pendekatan filosofis, seraya mengutip gagasan Heraclitus bahwa "kita tak pernah benar-benar melintasi sungai yang sama dua kali." Dia menekankan bahwa pasar jejaring sosial bersifat fluid dan terus berevolusi, sehingga analisis monopoli tidak dapat didasarkan pada kondisi yang statis.

Kemenangan Meta ini memiliki signifikansi global. Pada saat regulator di berbagai negara mengetatkan pengawasan terhadap perusahaan raksasa teknologi, putusan ini menjadi penanda bahwa upaya menertibkan Big Tech di Amerika Serikat menghadapi tantangan kompleks. Google baru-baru ini dinyatakan melanggar hukum antimonopoli di sektor pencarian dan iklan digital, sementara Amazon dan Apple juga tengah menghadapi gugatan serupa.

Dengan putusan ini, Meta mempertahankan kendalinya atas WhatsApp dan Instagram, dua platform yang memperkuat posisinya dalam ekosistem teknologi global. Meski demikian, sorotan internasional terhadap dampak sosial, ekonomi, dan politik dari perusahaan-perusahaan teknologi besar diperkirakan tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Baca Juga: Manuver Diplomatik Mark Zuckerberg: Upaya CEO Meta Memengaruhi Lingkaran Trump di Tengah Tekanan FTC

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore