Logo JawaPos
Author avatar - Image
22 November 2025, 21.17 WIB

Lompatan Kekayaan Page dan Brin Ungguli Zuckerberg di Tengah Reli Saham Alphabet dan Pergeseran Peta Miliarder Teknologi Global

Larry Page (kiri), Co-Founder & President of Products Google, dan Sergey Brin, Co-Founder & President Google, dalam sebuah sesi acara perusahaan (Dok. Forbes) - Image

Larry Page (kiri), Co-Founder & President of Products Google, dan Sergey Brin, Co-Founder & President Google, dalam sebuah sesi acara perusahaan (Dok. Forbes)

JawaPos.com - Reli saham Alphabet Inc. yang terus menanjak pada 2025 telah menggeser kembali konstelasi miliarder global, khususnya di sektor teknologi. Dengan kenaikan sekitar 54 persen sejak awal tahun, saham perusahaan induk Google itu memberi dorongan signifikan terhadap kekayaan para pendirinya dan memperlihatkan bagaimana dinamika industri teknologi kini menjadi motor utama pergerakan kekayaan dunia.

Dilansir dari Benzinga, Sabtu (22/11), Larry Page dan Sergey Brin mencatat peningkatan nilai kekayaan kolektif lebih dari USD 160 miliar (sekitar Rp 2.684 triliun, dengan kurs Rp 16.740 per dolar AS). Lompatan tersebut menempatkan keduanya kembali ke jajaran lima besar orang terkaya di dunia, sebuah kenaikan peringkat yang menonjol dibandingkan posisi akhir 2024.

Mengutip Benzinga, Page kini memiliki kekayaan sekitar USD 252 miliar, meningkat 83,5 miliar dolar AS dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Brin membukukan kekayaan sekitar USD 235 miliar, meningkat 76,9 miliar dolar AS. Keduanya kini berada di peringkat ketiga dan kelima dalam Bloomberg Billionaires Index per Kamis (20/11), posisi yang menunjukkan betapa kuatnya dampak reli saham terhadap pergerakan puncak daftar miliarder global.

Pergerakan ini turut mencerminkan bagaimana kenaikan kekayaan tersebut selaras dengan peningkatan kepercayaan investor terhadap Alphabet sebagai bagian dari kelompok saham teknologi unggulan yang sering disebut sebagai "Magnificent Seven". Peran perusahaan dalam pengembangan kecerdasan buatan, periklanan digital, dan komputasi awan dinilai menjadi motor pendorong reli saham tersebut. 

"Dengan saham Alphabet yang mencapai rekor tertinggi dan kepemilikan besar para pendirinya, Page dan Brin akan terus menikmati keuntungan apabila tren positif ini berlanjut," tulis Benzinga.

Di sisi lain, langkah investasi strategis Berkshire Hathaway juga memberikan sinyal positif terhadap prospek Alphabet. Reuters melaporkan bahwa perusahaan yang dipimpin Warren Buffett tersebut membeli 17.846.142 saham Alphabet pada kuartal III 2025, menjadikannya salah satu langkah terbesar Berkshire di sektor teknologi pada tahun ini. 

Seorang analis yang dikutip Reuters menyebut, "Masuknya Berkshire ke dalam Alphabet menunjukkan keyakinan jangka panjang terhadap fundamental perusahaan yang dianggap solid di tengah hiruk-pikuk pasar AI."

Namun, pergeseran posisi para miliarder teknologi tak berhenti pada kenaikan Page dan Brin. Mark Zuckerberg dari Meta Platforms justru turun dari peringkat ketiga menjadi keenam, menandai bagaimana volatilitas industri teknologi dapat memengaruhi peta kekayaan global secara cepat. Meski Meta juga terlibat dalam persaingan AI, laju kenaikan sahamnya belum mampu menyamai peningkatan agresif Alphabet.

Meskipun demikian, sebagian analis tetap mengingatkan investor agar berhati-hati. Reuters mencatat adanya peringatan bahwa euforia AI berpotensi menciptakan ekspektasi berlebihan pada nilai perusahaan teknologi besar. Model bisnis Alphabet, terutama di sektor iklan digital dan layanan komputasi awan, dinilai masih harus membuktikan konsistensi pertumbuhan jangka panjangnya.

Walaupun tantangan tetap ada, lonjakan kekayaan Page dan Brin pada 2025 memperlihatkan transformasi signifikan dalam perekonomian global. Teknologi, khususnya kecerdasan buatan, kian menjadi pilar utama penciptaan kekayaan baru. 

Dengan reli saham Alphabet yang belum menunjukkan tanda melambat, keduanya berpotensi mempertahankan posisi mereka di puncak dunia finansial. Pergerakan ini tidak hanya mencerminkan kesuksesan individu, tetapi juga dinamika baru dalam persaingan miliarder teknologi global yang terus bergerak cepat seiring transformasi industri digital.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore