Moai, patung-patung batu raksasa yang berada di Pulau Paskah (Ian Sewell/Wikimedia Commons)
JawaPos.com - Moai merupakan patung batu raksasa yang menjadi ikon Pulau Paskah (Rapa Nui). Patung-patung ini diperkirakan dibuat sekitar tahun 1400-1650 M oleh masyarakat Rapa Nui. Selama ini, banyak orang mengira Moai hanya sekedar kepala karena sering terlihat sebagian tubuhnya tertimbun tanah di sekitar kawah Rano Raraku. Faktanya, seluruh Moai memiliki tubuh lengkap.
Menurut Easter Island, jumlah patung-patung ini diperkirakan mencapai 1.000 patung, dengan berat hingga 86 ton dan tinggi mencapai 10 m. Meskipun begitu ukuran rata-rata patung lebih kecil. Sebanyak 95 persen Moai dipahat dari batu tuff atau abu vulkanik yang mengeras dari kawasan Rano Raraku. Material ini dipilih karena relatif lunak dan mudah dipahat menggunakan alat batu (toki), mengingat masyarakat setempat tidak memiliki peralatan berbahan logam.
Representasi dan Fungsi Ritual
Mengutip Britannica, Moai diyakini merepresentasikan leluhur yang "tetap hidup" dalam bentuk rangka. Terdapat dua jenis figur utama yaitu, moai kavakava (laki-laki) dan moai paepae (perempuan). Patung-patung ini terkadang digunakan dalam ritual kesuburan, namun lebih seringnya hadir dalam perayaan panen, di mana hasil bumi pertama diletakkan di sekelilingnya sebagai persembahan. Di luar momen ritual, figur-figur ini disimpan di rumah, dibungkus kain kulit pohon, dan kemungkinan berfungsi sebagai objek dekoratif atau simbol spiritual pribadi. Laporan sejarah bahkan menyebutkan penduduk setempat terkadang mengangkat figur-figur ini layaknya boneka dan menari perlahan dengannya.
Moai kavakava dikenali melalui bentuk tubuhnya yang kurus, memperlihatkan tulang rusuk dan tulang belakang, dengan wajah yang memiliki mata bulat, alis menonjol, hidung menyerupai paruh, serta mulut terbuka memperlihatkan gigi. Selain itu, ditemukan pula janggut yang menghiasi dagunya dan terkadang terdapat ukiran makhluk imajiner di bagian kepala. Sebaliknya, moai paepae memiliki bentuk relief yang lebih datar, dengan garis tubuh dan organ yang dangkal, serta ekspresi wajah yang tajam dan menatap lurus, memberikan kesan misterius.
Asal Usul Moai
Melansir British Museum, Moai yang terkenal seperti Hoa Hakananai'a dan Moai Hava berasal dari Rapa Nui yang dahulu dihuni para navigator Polinesia sekitar tahun 1000 M. Pada 1888, pulau ini dianeksasi oleh Chili. Pada pertengahan 1800-an, Hoa Hakananai'a ditemukan terkubur hingga bagian bahu di sebuah rumah ritual bernama Taura Renga di desa seremonial Orongo, dekat Rano Kau. Diperkirakan lokasi tersebut merupakan penempatan kedua setelah sebelumnya berdiri di struktur ahu (platform upacara).
Di Orongo, patung ini kemudian dikaitkan dengan tradisi tangata manu atau agama "manusia burung" yang berkembang sekitar 1400 M. Tradisi ini menggelar kompetisi antar-kelompok bangsawan untuk mendapatkan telur pertama dari burung sooty tern di Motu Nui. Pemenangnya menjadi tangata manu dan dianggap mewakili dewa pelindung garis keturunan selama satu tahun. Sementara itu, Moai Hava ditemukan di pusat pertemuan klan dan area pemakaman kuno yang kini dikenal sebagai Mataveri.
Bagaimana Moai Dipindahkan?
Dilansir dari ThoughtCo, antara tahun 1200 hingga 1550, sekitar 500 Moai dipindahkan dari kawah Rano Raraku ke berbagai lokasi hingga sejauh 11 mil (sekitar 17 km). Kejadian ini kemudian memunculkan banyak teori. Sejak 1950-an, berbagai eksperimen dilakukan untuk menguji cara memindahkan Moai, seperti menyeretnya dengan kereta kayu. Sebagian peneliti lama menduga proses ini menyebabkan deforestasi, tetapi teori tersebut kini dianggap tidak akurat. Eksperimen paling sukses dilakukan pada 2013, ketika tim arkeolog menggunakan tali untuk mengayunkan replika Moai sambil tetap berdiri tegak hingga bergerak maju. Metode ini sejalan dengan tradisi lisan masyarakat Rapa Nui yang mengatakan bahwa "Moai berjalan sendiri" dari tempat dibentuk menuju lokasi berdirinya.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
