
Logo Qwen ditampilkan di layar ponsel pintar dengan logo Alibaba di latar belakang (Dok. SCMP)
JawaPos.com - Dalam panggung global kecerdasan buatan (AI), Alibaba Cloud menegaskan posisinya sebagai pemain terkemuka. Tim penelitinya menjadi satu-satunya wakil dari Tiongkok yang meraih penghargaan tertinggi di NeurIPS 2025, konferensi paling bergengsi bagi industri AI, berkat inovasi signifikan dalam meningkatkan efisiensi model bahasa besar (Large Language Model/LLM).
Hasil penelitian ini diproyeksikan mampu memangkas biaya pelatihan dan inferensi generasi berikutnya dari model Qwen tanpa mengorbankan akurasi.
Melansir South China Morning Post, Selasa (2/12/2025), keunggulan Alibaba terlihat ketika tim tersebut, bersama rekan penulis dari universitas internasional terkemuka seperti University of Edinburgh, Stanford University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), dan Tsinghua University, memperkenalkan teknik baru untuk menyempurnakan mekanisme attention dalam model dasar AI.
Menurut penjelasan CTO Alibaba Cloud, Zhou Jingren, "Model bahasa besar menggunakan mekanisme attention internal untuk memfokuskan pada kata-kata paling relevan dalam sebuah kalimat, membantu mereka memahami dan menghasilkan respons yang lebih baik." Inovasi gated attention ini memungkinkan model menentukan secara dinamis informasi mana yang perlu diproses lebih lanjut sehingga mengurangi beban komputasi.
Teknik ini telah diuji melalui lebih dari 30 eksperimen dengan berbagai ukuran dan arsitektur model. Hasilnya menunjukkan peningkatan efisiensi komputasi yang konsisten tanpa mengorbankan stabilitas maupun akurasi, menegaskan bahwa metode ini robust dan berpotensi diaplikasikan secara luas di industri AI.
Penghargaan Best Paper NeurIPS 2025 diperoleh di tengah persaingan ketat dari 21.575 naskah yang dikirim. Alibaba Cloud termasuk dalam empat pemenang terbaik, menegaskan posisi Tiongkok dalam riset AI fundamental, di tengah tren perusahaan-perusahaan Barat yang semakin menutup rapat penelitian mereka.
Dalam konteks model Qwen, inovasi ini membawa implikasi besar. Zhou Jingren menekankan, "Teknik gated attention, bersama terobosan seperti hybrid attention, ultra-sparse Mixture of Experts, dan multi-token prediction, akan secara signifikan menurunkan biaya pelatihan dan inferensi generasi berikutnya dari model Qwen."
Keputusan Alibaba untuk mempublikasikan penelitian ini, alih-alih menyimpannya sebagai rahasia, mendapat pujian luas dari komunitas ilmiah. Juri NeurIPS menekankan, "Pembagian hasil penelitian seperti ini sangat patut diapresiasi, terutama di tengah pergeseran industri yang semakin menutup akses hasil riset LLM."
Pencapaian ini sekaligus menunjukkan bahwa Tiongkok, melalui perusahaan seperti Alibaba Cloud, semakin matang dalam riset dan rekayasa AI. Dominasi teknologi global kini tidak lagi eksklusif di tangan Barat; sebaliknya, Tiongkok mulai menetapkan standar dalam efisiensi dan akses terbuka terhadap AI.
Kemenangan tim Alibaba Cloud di NeurIPS 2025 menjadi sinyal penting bagi industri global. Generasi baru model AI kini berpotensi lebih efisien, lebih terjangkau, dan lebih mudah diakses secara luas, menandai lompatan besar dalam evolusi kecerdasan buatan di tingkat global.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
