
Presiden Tiongkok Xi Jinping./Reuters/Tingsu Wang
JawaPos.com-Presiden Tiongkok Xi Jinping, Rabu (31/12) mengatakan bahwa penyatuan Taiwan dengan Tiongkok merupakan sesuatu yang tidak dapat dihentikan, sehari setelah Beijing menuntaskan latihan militer selama dua hari di sekitar pulau tersebut.
“Warga Tiongkok di kedua sisi Selat Taiwan terikat oleh hubungan darah dan kekerabatan. Penyatuan tanah air kita, sebagai arus zaman, tidak dapat dibendung,” ujar Xi dalam pidato Tahun Barunya.
Beijing meluncurkan latihan militer gabungan Justice Mission 2025 selama dua hari pada Senin lalu, beberapa hari setelah Amerika Serikat menyetujui penjualan senjata dalam satu kali dengan nominal terbesar yang mencapai lebih dari 11 miliar dolar AS (sekitar Rp183,6 triliun) kepada Taipei.
Tiongkok memandang Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri, sementara pemerintah di Taipei telah bersikukuh mempertahankan klaim kemerdekaannya sejak 1949. “Dunia saat ini tengah mengalami perubahan dan gejolak, dan beberapa kawasan masih dilanda perang,” kata Xi.
Ia menegaskan Tiongkok selalu berdiri di sisi yang benar dalam sejarah dan siap bekerja sama dengan semua negara untuk mendorong perdamaian serta pembangunan dunia, sekaligus membangun komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.
Dalam pidatonya, Xi juga menyoroti capaian ekonomi dan teknologi Tiongkok. Ia menyampaikan bahwa 2025 menandai rampungnya Rencana Lima Tahun ke-14 untuk pembangunan ekonomi dan sosial, dengan target-target utama berhasil dicapai dan kemajuan nyata diraih dalam perjalanan modernisasi Tiongkok.
Xi menyatakan bahwa produk domestik bruto (PDB) Tiongkok diperkirakan akan mencapai 140 triliun Yuan (sekitar Rp 334 kuadriliun) pada 2025. “Kekuatan ekonomi, kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi, kapasitas pertahanan, serta kekuatan nasional komprehensif kami semuanya mencapai tingkat yang baru,” ujarnya.
Ia juga menyinggung perkembangan teknologi, termasuk kemajuan berbagai model kecerdasan buatan berskala besar serta terobosan dalam riset dan pengembangan chip buatan dalam negeri.
Selain itu, Xi menyebut kapal induk Fujian, kapal induk pertama Tiongkok yang dilengkapi sistem peluncur elektromagnetik dan mulai beroperasi tahun ini, serta pengembangan robot humanoid dan drone. “Semua ini telah menjadikan Tiongkok sebagai salah satu ekonomi dengan pertumbuhan kemampuan inovasi tercepat,” katanya.
Memasuki 2026, yang menjadi awal Rencana Lima Tahun ke-15, Xi mengatakan Tiongkok perlu tetap fokus pada tujuan dan tugas, memperkuat kepercayaan diri, serta membangun momentum untuk terus melangkah maju.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
