Logo JawaPos
Author avatar - Image
06 Januari 2026, 23.37 WIB

Trump Ultimatum Venezuela: Tak akan Gelar Pemilu dalam Waktu Dekat, Klaim AS Pegang Kendali Sementara

Presiden Donald Trump saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Ruang Oval Gedung Putih (18/11). (AP-Yonhap) - Image

Presiden Donald Trump saat bertemu dengan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman di Ruang Oval Gedung Putih (18/11). (AP-Yonhap)

JawaPos.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan bahwa Venezuela tidak akan menggelar pemilihan umum dalam waktu dekat, setidaknya dalam 30 hari ke depan. Menurut Trump, kondisi negara itu dinilai belum memungkinkan untuk menyelenggarakan pemilu secara demokratis.

“Kami harus memperbaiki negaranya terlebih dahulu. Anda tidak bisa menggelar pemilu. Tidak ada cara bagi rakyat untuk memberikan suara,” kata Trump dalam wawancara dengan NBC News, Senin waktu setempat.

Trump menambahkan, proses pemulihan Venezuela diperkirakan akan memakan waktu cukup panjang. “Ini akan membutuhkan periode tertentu. Kami harus merawat negara itu agar kembali sehat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul setelah Trump sebelumnya mengklaim bahwa operasi militer Amerika Serikat telah berhasil menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro beserta istrinya, Ibu Negara Cilia Flores.

Trump juga menyatakan AS akan mengambil alih kendali sementara atas Venezuela, termasuk dengan pengerahan pasukan militer bila diperlukan.

Meski demikian, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak berada dalam kondisi perang dengan Venezuela. “Tidak, kami tidak berperang,” katanya.

“Kami berperang melawan orang-orang yang menjual narkoba, yang mengosongkan penjara mereka ke negara kami, dan yang mengirimkan pecandu narkoba serta pasien rumah sakit jiwa ke negara kami," klaim Trump.

Dalam wawancara yang sama, Trump juga membuka kemungkinan dukungan finansial AS untuk membantu perusahaan minyak membangun kembali infrastruktur energi Venezuela. Ia memperkirakan proses tersebut bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 18 bulan.

“Saya pikir kita bisa melakukannya lebih cepat, tapi biayanya akan sangat besar,” ujar Trump.

“Jumlah uang yang dikeluarkan luar biasa besar. Perusahaan minyak akan membiayainya terlebih dahulu, lalu diganti oleh kami atau melalui pendapatan," katanya.

NBC News melaporkan, Trump menyebut sejumlah pejabat tinggi AS yang akan berperan dalam keterlibatan Amerika di Venezuela, antara lain Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dan Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller.

“Mereka adalah sebuah tim. Semua punya keahlian masing-masing,” kata Trump.
Saat ditanya siapa yang akan memegang kendali tertinggi atas Venezuela, Trump menjawab singkat, “Saya.”

Sementara itu, Nicolas Maduro pada Senin waktu setempat menyatakan tidak bersalah di pengadilan New York atas sejumlah dakwaan federal, termasuk tuduhan narkoterorisme dan konspirasi impor kokain. Maduro tetap mengklaim dirinya sebagai pemimpin sah Venezuela.

Di hari yang sama, Wakil Presiden Delcy Rodriguez dilantik secara resmi sebagai presiden sementara menyusul penangkapan Maduro.

Trump mengatakan Rodriguez telah bekerja sama dengan pejabat AS, meski ia membantah adanya kontak sebelumnya antara sekutu Rodríguez dan pihak Amerika sebelum penangkapan Maduro.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore