Halaman depan surat kabar Inggris The Sun dan The Sunday Telegraph menampilkan foto Andrew Mountbatten‑Windsor, mantan Pangeran Inggris, di tengah sorotan global terkait dokumen baru Epstein files.
JawaPos.com — Mantan anggota keluarga kerajaan Inggris, Andrew Mountbatten‑Windsor, sebelumnya dikenal sebagai Pangeran Andrew secara resmi telah meninggalkan kediamannya di Royal Lodge, Windsor.
Keputusan ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan publik dan hukum menyusul dirilisnya dokumen baru yang mengaitkan namanya dengan jaringan predator seksual Jeffrey Epstein. Hal ini menandai salah satu titik penting terbaru dalam skandal global yang telah lama mencoreng reputasi monarki Inggris.
Andrew, yang kini berusia 65 tahun dan merupakan adik Raja Charles III, diketahui meninggalkan Royal Lodge pada Senin (2/2) malam waktu setempat, lebih cepat dari jadwal yang diumumkan sebelumnya.
Langkah ini dilakukan setelah keluarnya jutaan halaman dokumen dan foto yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), yang memperlihatkan detail hubungan dan komunikasi yang sebelumnya tidak dipublikasikan antara Andrew dan Epstein. Dokumen dan foto‑foto itu kembali menghidupkan sorotan internasional terhadap perannya dalam jaringan yang dipimpin Epstein.
Menurut laporan berbagai media internasional, Andrew saat ini sedang tinggal sementara di Wood Farm Cottage, sebuah rumah di Sandringham Estate milik pribadi Raja Charles di Norfolk, Inggris timur, sambil menunggu renovasi tempat tinggal permanennya selesai. Sandringham merupakan properti pribadi Raja, berbeda dengan Royal Lodge yang merupakan properti mahkota yang dikelola oleh Crown Estate.
Dilansir dari CBS News, Kamis (5/2/2026), perpindahan Andrew terjadi hanya beberapa hari setelah DOJ merilis dokumen baru yang mencakup surat tahun 2011 dari seorang pengacara. Surat itu mewakili seorang exotic dancer dan menyebutkan bahwa pada sebuah pesta di kediaman Epstein, “Mr. Epstein dan Pangeran Andrew kemudian memberitahu klien saya bahwa mereka ingin melakukan threesome.”
Surat tersebut juga menyebut bahwa setelah urusan itu, keduanya mengundang perempuan itu untuk ikut dalam perjalanan ke Virgin Islands, namun ia menolak dan kemudian diantarkan kembali ke klub tempat ia bekerja.
Selain itu, dokumen itu juga memuat percakapan yang diduga terjadi antara Andrew dan Epstein pada 2010, di mana Andrew mengundang Epstein untuk makan malam di Istana Buckingham, dan Epstein dalam balasannya mengatakan bahwa ia sedang bersama beberapa perempuan dan “akan membawa mereka semua agar suasana lebih hidup.” Percakapan ini semakin memperdalam kontroversi atas hubungan keduanya.
Investigasi Polisi Inggris dan Tuduhan Baru
Di Inggris, Thames Valley Police, kepolisian yang bertugas di wilayah Thames Valley, mengonfirmasi bahwa mereka sedang menilai laporan terbaru yang menyatakan bahwa Epstein pernah mengirim seorang perempuan ke Inggris pada 2010 untuk melakukan dugaan hubungan seksual dengan Andrew di Royal Lodge.
Jika tuduhan ini terbukti, peristiwa tersebut akan menjadi kasus pertama yang melibatkan dugaan aktivitas seksual di salah satu kediaman resmi kerajaan Inggris.
Menanggapi update kasus ini, pihak kepolisian menyatakan bahwa mereka “sangat serius dalam menangani laporan kejahatan seksual” dan mendorong siapa pun yang memiliki informasi untuk segera melapor. Meski demikian, hingga kini bukti formal dari pengacara atau korban terkait tuduhan tersebut belum diserahkan secara langsung kepada polisi.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
