Raja narkoba Meksiko Nemesio Oseguera Cervantes tewas. (Reuters)
JawaPos.com - Kematian gembong narkoba paling diburu di Meksiko berubah menjadi titik balik dramatis dalam perang panjang melawan kartel. Nemesio Oseguera Cervantes, yang dikenal luas dengan julukan 'El Mencho', dipastikan tewas dalam operasi militer di negara bagian Jalisco.
Tak lama setelah kabar itu mencuat, kerusuhan dan aksi balasan bersenjata pecah di sejumlah wilayah. Oseguera selama ini disebut sebagai pemimpin Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG), salah satu organisasi kriminal paling berpengaruh dan brutal di Meksiko.
Operasi penindakan dilakukan di Tapalpa, Jalisco, wilayah yang dikenal sebagai basis kuat CJNG, oleh pasukan khusus Angkatan Darat Meksiko.
Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan operasi tersebut dirancang bersama Pusat Intelijen Nasional dan Kantor Jaksa Agung. Aparat mengerahkan pesawat Angkatan Udara dan unit Garda Nasional untuk memburu target utama.
“Selama operasi ini, personel militer Meksiko diserang dan demi mempertahankan integritas fisik mereka, mereka membalas agresi tersebut. Hal ini mengakibatkan empat anggota kelompok kriminal ‘CJNG’ tewas di lokasi dan tiga lainnya mengalami luka berat dan meninggal dunia saat proses evakuasi udara menuju Mexico City,” demikian pernyataan resmi kementerian.
Secara total, tujuh anggota CJNG dilaporkan tewas, termasuk El Mencho. Dua lainnya ditangkap.
Aparat juga menyita berbagai senjata berat dan kendaraan lapis baja, termasuk peluncur roket yang disebut mampu menjatuhkan pesawat. Tiga anggota pasukan khusus mengalami luka dan diterbangkan ke fasilitas medis di ibu kota.
Pemerintah Meksiko mengungkapkan operasi itu turut memanfaatkan informasi dari otoritas Amerika Serikat dalam kerangka kerja sama bilateral. Sebelumnya, Washington menawarkan hadiah USD 15 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Oseguera, sementara pemerintah Meksiko menjanjikan 300 juta peso.
El Mencho sendiri diketahui memimpin CJNG sejak kelompok itu muncul sebagai pecahan dari Kartel Milenio yang telah bubar. Di bawah komandonya, CJNG berkembang menjadi kekuatan utama dalam perdagangan narkoba global dan menjadi motor utama eskalasi kekerasan di Meksiko.
Mantan anggota kepolisian itu mulai dikenal pada awal 1990-an. Reputasinya melejit seiring taktik brutal dan ekspansi jaringan internasional yang membuat CJNG menjadi salah satu kartel paling ditakuti.
Kematian tokoh sentral ini langsung memicu reaksi keras. Laporan mengenai blokade jalan, pembakaran kendaraan, dan bentrokan bersenjata beredar luas di media lokal dan media sosial.
Gubernur Pablo Lemus Navarro menetapkan status siaga merah di Jalisco setelah kekerasan pecah di berbagai titik. Warga diminta tetap berada di rumah dan layanan transportasi umum dihentikan sementara.
Kekerasan juga dilaporkan meluas ke negara bagian lain yang menjadi wilayah operasi CJNG, seperti Tamaulipas, Michoacán, dan Nayarit. Aparat keamanan memperluas pengerahan pasukan untuk mengendalikan situasi.
“Cabinet Keamanan melaporkan bahwa blokade di beberapa wilayah Jalisco akibat operasi yang dilakukan institusi federal sedang ditangani. Prioritas kami adalah keselamatan dan perlindungan warga,” demikian pernyataan Kabinet Keamanan Meksiko.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
