Logo JawaPos
Author avatar - Image
05 April 2026, 00.03 WIB

Seminggu 3 Kali Serangan, Indonesia Desak DK PBB Investigasi Insiden Terhadap UNIFIL

Suasana upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut Lebanon, Kamis (2/4/2026). (ANTARA FOTO/KBRI Lebanon/adm/tom) - Image

Suasana upacara pelepasan dan penghormatan tiga jenazah personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut Lebanon, Kamis (2/4/2026). (ANTARA FOTO/KBRI Lebanon/adm/tom)

JawaPos.com - Indonesia Kembali mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengusut seluruh insiden terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

Langkah itu dilakukan menyusul tiga personel penjaga perdamaian Indonesia menjadi korban luka akibat ledakan pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon selatan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI di Jakarta, Sabtu (4/4), Indonesia menyampaikan kekhawatiran yang sangat mendalam atas ledakan yang terjadi pada Jumat (3/4) di El Addaiseh, Lebanon Selatan.

Ledakan itu melukai tiga personel penjaga perdamaian Indonesia yang bertugas di Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL).

“Indonesia kembali meminta Dewan Keamanan PBB segera mengusut seluruh insiden terhadap UNIFIL dan agar segera dilakukan pertemuan antara negara kontributor pasukan UNIFIL untuk melakukan review dan mengambil tindakan penguatan pelindungan terhadap pasukan yang bertugas di UNIFIL,” kata Kemlu RI dalam pernyataan resminya.

Indonesia mengatakan, insiden yang menimpa tiga personel yang terluka itu merupakan kejadian serius ketiga yang melibatkan penjaga perdamaian Indonesia di UNIFIL dalam kurun satu minggu terakhir.

Indonesia menegaskan bahwa serangan yang terjadi berulang kali tidak dapat diterima, terlepas dari apa pun penyebabnya.

Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya penguatan segera perlindungan bagi pasukan perdamaian PBB saat konflik semakin berbahaya.

“Indonesia menekankan kembali bahwa keselamatan dan keamanan peacekeepers PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” sebut pernyataan itu.

Pemerintah Indonesia kembali mendesak penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta.

Editor: Bayu Putra
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore