Logo JawaPos
Author avatar - Image
07 Januari 2026, 01.25 WIB

Ramadhan Sebentar Lagi, 7 Tips Ampuh Lunasi Utang Puasa Tanpa Memberatkan  

Ilustrasi Orang Berpuka Puasa (Pexels @Sami Abdullah)

JawaPos.com-Bulan Suci Ramadhan selalu menjadi momen yang dinanti umat Islam. Selain sebagai waktu memperbanyak ibadah, Ramadhan juga kerap menjadi pengingat untuk menuntaskan kewajiban yang masih tertunda, salah satunya utang puasa atau qadha Ramadhan.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah sendiri telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026. Sementara itu, pemerintah biasanya akan menetapkan awal puasa melalui sidang isbat yang digelar mendekati tanggal tersebut.

Jika mengacu pada kalender hijriah, Ramadhan kini tinggal kurang dari dua bulan lagi. Waktu yang tersisa sebenarnya masih cukup untuk melunasi utang puasa, asalkan dilakukan dengan perencanaan yang tepat dan tidak tergesa-gesa.

Berikut ini adalah tujuh tips melunasi utang puasa tanpa merasa terbebani, yang bisa kamu terapkan secara bertahap dan realistis.

  1. Hitung Jumlah Utang Puasa dengan Jelas

Langkah awal yang paling penting adalah mengetahui secara pasti berapa hari puasa yang perlu diganti. Cobalah mengingat kembali puasa yang tertinggal karena sakit, haid, nifas, atau sebab lain yang dibenarkan.

Mencatat jumlahnya akan membuat target terasa lebih jelas dan menghindarkan dari rasa ragu di kemudian hari.

  1. Tidak Harus Sekaligus, Lakukan Bertahap

Melunasi utang puasa tidak harus dilakukan sekaligus dalam waktu singkat. Kamu bisa mencicilnya secara bertahap, misalnya satu atau dua hari dalam sepekan. Pola seperti ini justru lebih ringan dan mudah dijalani, terutama bagi yang memiliki aktivitas padat.

  1. Manfaatkan Akhir Pekan dan Hari Libur

Bagi pekerja atau pelajar, akhir pekan bisa menjadi waktu ideal untuk berpuasa qadha. Beban aktivitas yang lebih ringan membuat tubuh dan pikiran lebih siap. Cara ini juga membantu menjaga konsistensi tanpa mengganggu rutinitas harian.

  1. Gabungkan dengan Puasa Sunnah

Jika ingin lebih efisien, kamu bisa menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunnah seperti Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Meski terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama, banyak yang membolehkan penggabungan niat dengan tetap mendahulukan niat qadha. Selain menunaikan kewajiban, kamu juga terbiasa berpuasa sunnah.

  1. Sesuaikan dengan Kondisi Tubuh

Puasa seharusnya menjadi ibadah yang menenangkan, bukan memberatkan. Jika kondisi tubuh sedang tidak fit, sebaiknya tunda terlebih dahulu dan lanjutkan di hari lain. Islam memberikan kemudahan bagi umatnya, termasuk dalam hal menjalankan ibadah sesuai kemampuan.

  1. Buat Pengingat agar Lebih Konsisten

Sering kali utang puasa tertunda bukan karena malas, tapi karena lupa. Gunakan pengingat di ponsel, kalender digital, atau catatan harian untuk menandai jadwal puasa qadha. Pengingat sederhana bisa membantu menjaga komitmen hingga seluruh utang puasa terlunasi.

  1. Tetapkan Target yang Masuk Akal

Agar tidak terasa berat, bagi target pelunasan utang puasa ke dalam hitungan mingguan atau bulanan. Misalnya, menargetkan empat hari puasa dalam sebulan. Target kecil yang tercapai secara konsisten justru lebih efektif dibanding target besar yang sulit dijalankan.

Melunasi utang puasa sebelum Ramadhan bukan hanya soal kesiapan fisik, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual. Dengan menuntaskan kewajiban lebih awal, kamu bisa menyambut Ramadhan dengan lebih tenang dan fokus memperbanyak ibadah.

Masih ada waktu sebelum Ramadhan tiba. Dengan perencanaan yang sederhana dan niat yang kuat, utang puasa bisa dilunasi tanpa rasa terbebani. Yang terpenting bukan seberapa cepat, melainkan seberapa konsisten kamu menjalaninya. Insya Allah, setiap langkah kecil yang dilakukan dengan ikhlas akan bernilai ibadah. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore