Logo JawaPos
Author avatar - Image
24 Januari 2026, 02.54 WIB

Puasa Ramadhan Bantu Reset Metabolisme, Ini 9 Penjelasan Medis yang Perlu Diketahui

Ilustrasi ramadhan. (Freepik) - Image

Ilustrasi ramadhan. (Freepik)

JawaPos.com - Ibadah puasa, termasuk puasa Ramadhan, tidak hanya bernilai ibadah kaitannya dengan Yang di Atas. Tapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh bagi orang yang menjalaninya.

Sejumlah penelitian medis menunjukkan bahwa puasa dapat membantu melakukan reset metabolisme atau mengembalikan fungsi metabolik tubuh agar dapat bekerja lebih baik dan efisien.

Secara medis, puasa terbukti membantu melakukan reset metabolisme melalui penurunan insulin, aktivasi autophagy (membersihkan atau mendaur ulang komponen sel yang rusak), perbaikan hormon, hingga peningkatan sensitivitas sel terhadap energi.

Jika ibadah puasa dijalani dengan pola makan sahur dan berbuka yang seimbang, maka puasa Ramadhan dapat menjadi momen yang ideal untuk memperbaiki kesehatan metabolik tubuh.

Berikut 9 penjelasan ilmiah tentang puasa dapat membantu melakukan reset metabolisme tubuh.

1. Mengistirahatkan Sistem Pencernaan

Saat berpuasa, tubuh tidak terus-menerus mencerna makanan. Kondisi ini memberi waktu istirahat bagi lambung, usus, dan organ pencernaan lainnya. Jeda makan ini membantu meningkatkan efisiensi metabolisme dan sensitivitas hormon.

2. Menurunkan Kadar Insulin Secara Alami

Puasa menyebabkan kadar insulin menurun. Insulin yang rendah memungkinkan tubuh beralih dari pembakaran glukosa ke pembakaran lemak. Inilah awal dari metabolic switch, kondisi penting dalam reset metabolisme.

3. Mengaktifkan Proses Autophagy

Autophagy adalah proses pembersihan sel rusak yang dipicu saat tubuh kekurangan asupan energi. Penelitian yang dilakukan Yoshinori Ohsumi, pemenang Hadiah Nobel Fisiologi atau Kedokteran tahun 2016,  membuktikan bahwa puasa memicu autophagy, membantu regenerasi sel dan memperbaiki fungsi metabolik.

4. Meningkatkan Sensitivitas Insulin

Puasa terbukti membantu tubuh merespons insulin dengan lebih baik. Studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition menyebutkan bahwa peningkatan sensitivitas insulin menurunkan risiko diabetes tipe 2 dan obesitas metabolik.

5. Mengoptimalkan Hormon Metabolisme

Puasa memengaruhi hormon penting seperti leptin, ghrelin, dan adiponektin. Keseimbangan hormon ini membantu mengatur rasa lapar, kenyang, serta penggunaan energi yang menjadi faktor kunci dalam reset metabolisme.

6. Mengalihkan Sumber Energi ke Lemak

Setelah 8–12 jam berpuasa, cadangan glikogen menurun dan tubuh mulai menggunakan lemak sebagai bahan bakar utama. Proses ini meningkatkan efisiensi metabolisme dan membantu perbaikan komposisi tubuh.

7. Mengurangi Peradangan Sistemik

Puasa dapat menurunkan marker peradangan seperti CRP (C-reactive protein). Peradangan kronis diketahui mengganggu metabolisme, sehingga penurunannya membantu metabolisme kembali optimal.

8. Memperbaiki Ritme Sirkadian Metabolik

Puasa Ramadhan secara tidak langsung melatih pola makan terjadwal. Ritme makan yang konsisten akan membantu sinkronisasi jam biologis tubuh, termasuk metabolisme glukosa dan lemak.

9. Mengatur Berat Badan Jangka Panjang

Dengan metabolisme yang lebih efisien, tubuh tidak mudah menyimpan lemak berlebih. Inilah alasan mengapa puasa sering dikaitkan dengan perbaikan berat badan dan penurunan risiko sindrom metabolik.

Editor: Abdul Rahman
Tags
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore