Ustadz Felix Siauw. (YouTube Curhat Bang Denny Sumargo).
JawaPos.com - Stigma bahwa orang depresi disebabkan karena kurang iman atau zikir sering diungkapkan secara serampangan oleh orang saat menanggapi curhatan orang tengah depresi. Padahal, depresi berkaitan kondisi mental yang lebih kompleks.
Pendakwah, Felix Siauw secara tegas menolak anggapan bahwa depresi semata-mata karena kurang ibadah. Ia bahkan menyebut cara pandang tersebut justru keliru dan bisa memperburuk kondisi seseorang yang sedang mengalami tekanan mental.
"Menurutku kalau misalnya ada orang depresi, lalu terus kemudian dia dinasehati sama orang bahwasanya, 'Kamu tuh kurang salat dan kurang zikir', menurutku yang mental illness adalah yang nasehatin itu," ujarnya di Instagramnya, dikutip Jumat (27/1).
Ia menjelaskan bahwa kesedihan merupakan hal yang manusiawi dan tidak bisa langsung dikaitkan dengan lemahnya iman. Bahkan dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat juga pernah merasakan kesedihan.
"Sedih itu adalah sesuatu yang manusiawi, yang biasa banget di dalam hidup manusia. Dan Alhamdulillahnya, Islam itu—atau agama kita itu—mengakui kesedihan itu," lanjutnya.
Lebih jauh, Felix juga menyinggung pentingnya memahami kondisi psikologis seseorang sebelum memberikan nasihat. Ia mengingatkan bahwa orang yang sedang mengalami tekanan mental justru tidak selalu siap menerima nasihat, bahkan bisa merasa tersinggung atau semakin tertekan.
"Makanya yakinlah, kalau Anda lagi ngomong nih sama orang-orang yang lagi dalam tanda kutip sedih, marah, ataupun apa pun, terus kita nasehatin, itu bukan hanya masuk telinga kanan keluar telinga kiri, tapi bisa jadi dia langsung jadi ke-trigger," jelasnya.
Menurutnya, yang paling dibutuhkan oleh seseorang yang sedang depresi bukanlah penilaian atau ceramah, melainkan kehadiran dan dukungan emosional dari orang sekitar.
"Tapi yang jelas, dia perlu temen untuk present, untuk ada di samping dia, untuk minimal tahu bahwasanya dia itu nggak sendiri," pungkas Felix
Pernyataan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa depresi tidak bisa disederhanakan hanya sebagai persoalan spiritual. Dalam banyak kasus, depresi juga berkaitan dengan faktor psikologis, sosial, bahkan kondisi biologis seseorang.
Dengan demikian, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam merespons orang yang mengalami depresi, tidak menghakimi, serta memberikan dukungan yang tepat agar mereka bisa pulih secara perlahan.
John Herdman Full Senyum! 2 Pemain Timnas Indonesia, Kevin Diks dan Justin Hubner Cetak Gol di Eropa
Resep Strawberry Cheese Milk, Ide Jualan Takjil Ramadhan yang Segar dan Potensial Laris
Sriwijaya FC Resmi Degradasi ke Liga Nusantara, Ini Deretan Prestasi Laskar Wong Kito
Polemik Panas Terkait Musala di Bekasi Sampai ke DPR, Kini Berakhir Damai
Super Komputer Opta Prediksi 8 Tim yang Lolos Perempat Final Liga Champions UEFA
Resep Bakwan Goreng Ayam Halal, Ide Takjil Gurih yang Bikin Nagih
Rosenior Siap Hadapi PSG, Duel yang Menarik di Babak 16 Besar Liga Champions
Iran Konfirmasi Kematian Pemimpin Tertinggi Negaranya, Ayatollah Ali Khamenei, Usai Serangan Gabungan AS‑Israel
Cedera Frenkie de Jong, Barcelona Hadapi Tantangan Besar!
